Mobil “Bandit” Antre Solar di SPBU Manekroo, Warga Keluhkan Kemacetan di Simpang RSUD Cut Nyak Dhien

Sudutpenanews.com | Meulaboh — Sejumlah kendaraan yang dikenal masyarakat sebagai “mobil bandit” atau mobil merek Isuzu Panther kembali terlihat mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Manekroo, Meulaboh, Aceh Barat. Antrean kendaraan tersebut disebut kerap memicu kemacetan di kawasan Simpang Kisaran, tepatnya di depan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Berdasarkan pantauan media, antrean kendaraan terjadi hampir setiap hari dan memanjang hingga mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Kondisi itu juga dikeluhkan masyarakat karena dinilai menghambat aktivitas warga serta membahayakan pengguna jalan lainnya.

Meski sebelumnya pihak terkait disebut telah beberapa kali melakukan penertiban dan memberikan imbauan, kendaraan-kendaraan tersebut masih tetap mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Salah seorang pengguna jalan, Ayie, mengaku sering terjebak kemacetan akibat antrean kendaraan pengisi solar di sejumlah SPBU di Kota Meulaboh.

“Antrean mobil solar ini sering membuat macet, terutama di depan rumah sakit. Sangat mengganggu pengguna jalan,” ujar Ayie, Minggu (24/5/2026).

Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena adanya pembiaran terhadap kendaraan yang diduga berulang kali melakukan pengisian BBM bersubsidi.

Menurut informasi yang dihimpun, setiap kendaraan disebut memperoleh kuota pengisian solar bersubsidi senilai Rp300 ribu per mobil. Namun, kendaraan-kendaraan tersebut diduga kembali mengantre secara berulang dengan mengganti nomor polisi kendaraan untuk mendapatkan solar tambahan.

Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait dapat mengambil langkah tegas guna menertibkan antrean kendaraan pengisi solar subsidi agar tidak terus menimbulkan kemacetan dan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Meulaboh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *