Sudutpenanews.com | Nagan Raya : Bupati Teuku Raja Keumangan menyebutkan rencana investasi senilai Rp200 triliun di Kabupaten Nagan Raya akan menjadi langkah besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat Aceh.
Pria yang akrab disapa TRK itu mengatakan, investasi tersebut akan dilakukan secara bertahap oleh perusahaan dalam negeri berstatus TBK yang telah menandatangani perjanjian resmi dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.
“Perjanjiannya sudah ditandatangani dan sudah didaftarkan di notaris di Jakarta beberapa bulan lalu. Mereka berkomitmen melakukan investasi sampai Rp200 triliun secara bertahap,” kata TRK.
Menurutnya, investasi itu mencakup pembangunan kawasan industri di atas lahan minimal 5.000 hektare yang lokasinya telah dipersiapkan pemerintah daerah. Selain itu, juga akan dibangun pelabuhan laut internasional berkapasitas lebih dari 100 ribu ton, pabrik pengolahan baterai mobil listrik, refinery sawit, hingga pengembangan Bandara Cut Nyak Dhien.
TRK menjelaskan, investasi tersebut berfokus pada pengelolaan sumber daya alam, khususnya potensi tembaga di wilayah Beutong, Blangkeujeren dan sekitarnya yang disebut memiliki nilai strategis sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
“Nantinya akan dibangun pabrik-pabrik, termasuk pabrik pengolahan baterai mobil listrik. Ini menjadi peluang besar bagi daerah,” ujarnya.
Ia memperkirakan, keseluruhan investasi tersebut dapat menyerap hingga 80 ribu tenaga kerja, bukan hanya dari Nagan Raya, tetapi juga dari berbagai kabupaten lain di Aceh.
“Kalau investasi ini berjalan, bukan cuma masyarakat Nagan Raya yang bekerja. Kabupaten tetangga bahkan seluruh Aceh yang memenuhi syarat bisa ikut bekerja,” katanya.
TRK juga meminta masyarakat mendukung masuknya investasi tersebut. Menurutnya, keberadaan industri sangat penting untuk membuka peluang kerja bagi generasi muda Aceh yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Selama ini industri di Aceh sangat minim. Anak-anak kita selesai kuliah tidak tahu mau kerja di mana karena lapangan kerja terbatas,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran kerusakan lingkungan, TRK menilai kondisi kawasan Beutong Atas saat ini telah mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir besar yang melanda beberapa waktu lalu. Ia menyebut dua desa mengalami kerusakan infrastruktur secara total, termasuk irigasi dan rumah warga.
“Sekarang pemerintah sedang membangun 647 rumah di Beutong Atas. Selain itu, aktivitas tambang emas ilegal juga selama ini ikut merusak lingkungan,” katanya.
Ia berharap investasi resmi yang masuk nantinya justru dapat membantu penataan kawasan serta memperbaiki kerusakan lingkungan akibat aktivitas ilegal sebelumnya.
“Kalau investor resmi ini berjalan, setelah melakukan eksploitasi sesuai aturan, kita berharap mereka juga ikut memperbaiki kawasan yang rusak,” ujarnya.
TRK menambahkan, pemerintah daerah tetap akan menjalankan kebijakan pembangunan demi kemajuan daerah meski terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
“Ini negara demokrasi, tentu ada yang berbeda pendapat. Tapi yang penting niat kita membangun daerah. Nagan Raya tidak boleh tertinggal dan harus bangkit,” pungkasnya.






