Sudutpenanews.com | Aceh Barat : Aceh Barat memiliki sumber daya alam, potensi ekonomi, serta kehadiran berbagai perusahaan dan investasi. Namun, sebuah pertanyaan penting harus mulai dijawab secara serius: sejauh mana kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut benar-benar membuka masa depan bagi pemuda Aceh Barat?
Hari ini, banyak putra-putri Aceh Barat yang memiliki pendidikan, keterampilan, pengalaman, dan semangat untuk bekerja. Namun, kesempatan untuk masuk dan berkembang di perusahaan yang beroperasi di daerah sendiri masih menjadi harapan bagi sebagian pemuda.
Kritik ini bukan berarti menolak tenaga kerja dari luar daerah. Kompetensi dan profesionalisme tetap harus dijunjung tinggi. Tetapi perusahaan-perusahaan yang memperoleh ruang untuk beroperasi dan berkembang di Aceh Barat juga patut dituntut memiliki komitmen nyata dalam membuka akses, pelatihan, dan kesempatan kerja yang adil bagi tenaga kerja lokal.
Jangan sampai investasi hanya tumbuh di atas tanah Aceh Barat, mengambil manfaat dari potensi daerah, sementara generasi mudanya justru harus mencari masa depan ke luar daerah.
Bukan Sekadar Mencari Keuntungan
Perusahaan yang hadir di Aceh Barat seharusnya tidak hanya berbicara tentang produksi, target bisnis, dan keuntungan. Ada tanggung jawab sosial yang lebih besar: Ikut membangun sumber daya manusia di wilayah tempat perusahaan tersebut beroperasi.
Perusahaan perlu membuka informasi lowongan secara transparan, memberikan kesempatan magang, pelatihan keterampilan, serta menciptakan jalur pembinaan bagi pemuda lokal agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan dunia kerja.
Jika alasan yang terus digunakan adalah “tenaga kerja lokal belum siap”, maka pertanyaannya: siapa yang akan ikut mempersiapkan mereka?.
Jangan hanya menunggu tenaga kerja yang sudah siap pakai. Perusahaan juga harus menjadi bagian dari proses menciptakan generasi yang siap, terampil, dan berdaya saing.
Pandangan 10 Tahun ke Depan
Sepuluh tahun dari sekarang, Aceh Barat akan menghadapi persaingan yang jauh lebih besar. Dunia kerja akan berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan industri semakin tinggi.
Pertanyaannya adalah: apakah pemuda Aceh Barat akan dipersiapkan mulai hari ini untuk menghadapi masa depan tersebut, atau justru kembali menjadi penonton ketika perusahaan-perusahaan semakin berkembang?.
Jika sejak sekarang kesempatan kerja, pelatihan, dan pembinaan tenaga kerja lokal tidak menjadi perhatian, maka 10 tahun ke depan kita berpotensi menghadapi persoalan yang sama: perusahaan bertambah, investasi meningkat, tetapi pengangguran dan kesenjangan kesempatan bagi pemuda lokal tetap menjadi persoalan.
Bahkan lebih dari 10 tahun ke depan, Aceh Barat membutuhkan generasi yang bukan hanya menjadi pekerja. Pemuda harus dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional, manajer, ahli, pengusaha, dan bahkan pengambil kebijakan, yang mampu menentukan arah pembangunan daerahnya sendiri.
Perusahaan Harus Mendengar.
Sudah waktunya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat membuka mata terhadap persoalan ini. Jangan hanya datang membawa investasi, lalu berharap masyarakat lokal hanya menerima dampak ekonomi secara tidak langsung.
Berikan ruang yang nyata. Buka kesempatan yang transparan. Libatkan pemuda lokal. Siapkan mereka melalui pelatihan.
Aceh Barat tidak membutuhkan janji manis tentang investasi jika generasi mudanya masih kesulitan mendapatkan kesempatan untuk ikut tumbuh bersama investasi tersebut.
Pemerintah daerah juga tidak boleh hanya menjadi penonton. Harus ada perhatian serius terhadap pola rekrutmen, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kerja sama pelatihan antara pemerintah, dunia pendidikan, dan perusahaan.
Masa Depan Harus Dimulai Hari Ini
Pemuda Aceh Barat tidak meminta perlakuan istimewa tanpa kemampuan. Mereka hanya meminta kesempatan yang adil untuk membuktikan kemampuan di tanah kelahirannya sendiri.
Sebab jika perusahaan hadir selama puluhan tahun, tetapi generasi lokal tetap berada di pinggir, maka kita perlu bertanya: untuk siapa sebenarnya pembangunan itu berlangsung?.
Aceh Barat membutuhkan investasi, tetapi lebih dari itu, Aceh Barat membutuhkan investasi yang memiliki dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan pemudanya.
Sepuluh tahun ke depan harus ditentukan oleh langkah yang diambil hari ini. Jangan tunggu pemuda Aceh Barat kehilangan harapan dan pergi meninggalkan daerahnya
Saatnya perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan duduk bersama untuk memastikan satu hal :
Pemuda Aceh Barat bukan penonton di tanah sendiri. Mereka harus menjadi bagian dari pembangunan, hari ini, 10 tahun ke depan, dan untuk generasi-generasi setelahnya.
Beri kesempatan, bukan sekadar janji. Siapkan pemuda hari ini, agar Aceh Barat memiliki masa depan esok hari.
Penulis : Iqbal Syahputra HMI Meulaboh.
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah.
#HMIRevolusi









