Sudutpenanews.com | Aceh Barat — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera I Provinsi Aceh mulai melaksanakan tender proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai dan Muara Krueng Woyla di Kabupaten Aceh Barat.
Berdasarkan informasi tender dilaman LPSE Kementerian PU, paket pekerjaan tersebut memiliki kode tender 10163300000 dan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 67675787. Tender menggunakan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai pagu sekaligus Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp127.752.663.000.
Proyek tersebut merupakan pekerjaan konstruksi dengan jenis kontrak harga satuan. Lokasi pekerjaan berada di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Tahapan tender saat ini tercatat memasuki pengumuman pascakualifikasi, dengan tanggal pembuatan paket pada 19 Agustus 2026. Pengadaan dilakukan melalui metode tender pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah menggunakan metode gugur. Tender ini tidak menggunakan mekanisme reverse auction.
Dalam persyaratan kualifikasi, peserta diwajibkan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan serta memiliki perizinan usaha yang dipersyaratkan, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Standar sesuai klasifikasi usaha yang ditentukan dalam dokumen pemilihan.
Peserta juga diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu empat tahun terakhir, baik pada lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman sebagai subkontraktor. Untuk kualifikasi usaha menengah atau besar, peserta juga diwajibkan memenuhi persyaratan Kemampuan Dasar (KD) sesuai ketentuan tender.
Dokumen tender juga mengatur persyaratan mengenai Sisa Kemampuan Paket (SKP), kerja sama operasi atau konsorsium, serta persyaratan manajemen mutu, lingkungan, dan keselamatan kerja sesuai karakteristik dan kualifikasi pekerjaan.
Dalam proses tender tersebut tercatat sebanyak 22 peserta mengikuti paket pekerjaan pembangunan pengendalian banjir Sungai dan Muara Krueng Woyla.
Proyek dengan nilai lebih dari Rp127 miliar ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur di Aceh Barat yang diarahkan untuk mendukung pengendalian banjir di kawasan Sungai dan Muara Krueng Woyla.
Dengan proses tender yang telah memasuki tahapan pengumuman pascakualifikasi, masyarakat kini menantikan proses seleksi hingga penetapan penyedia pekerjaan yang nantinya akan melaksanakan proyek tersebut.
Pelaksanaan proyek diharapkan berjalan sesuai ketentuan pengadaan pemerintah, transparan, dan menghasilkan pekerjaan berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Barat, khususnya dalam mengurangi risiko banjir di kawasan Krueng Woyla.









