Petani Muda: Bawang Merah Pidie Berkualitas dan Mampu Tutup Kebutuhan di Aceh

Sudutpenanews.com | Aceh – Seruan penghentian impor bawang merah dari luar daerah kembali digaungkan guna menyelamatkan petani dan menstabilkan harga komoditas di Aceh. Petani dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan bawang merah di provinsi ini, khususnya dari sentra produksi di Kabupaten Pidie.

Ketua Umum Petani Muda Aceh, M. Kaisar, mengatakan kualitas bawang merah yang dihasilkan petani Pidie sudah sangat baik dan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Aceh sepanjang tahun.

“Untuk menyelamatkan petani dan harga bawang merah di Aceh, kita harus stop bawang merah dari luar. Kualitas bawang yang bagus di Pidie mampu penuhi kebutuhan bawang di Aceh pertahun. Kita juga bisa buat penangkaran bibit sendiri,” kata M. Kaisar saat dihubungi, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Kaisar, masuknya bawang merah dari luar daerah menjadi salah satu penyebab harga di tingkat petani anjlok saat panen raya. Kondisi itu membuat petani lokal kesulitan bersaing dan terancam merugi.

Ia menilai ketergantungan terhadap pasokan dari luar harus segera dikurangi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah penguatan produksi dalam daerah melalui penangkaran bibit mandiri agar petani tidak lagi bergantung pada bibit dari luar.

“Kalau kita punya bibit sendiri, produksi bisa lebih teratur dan kualitas terjaga. Ini juga menekan biaya produksi petani,” ujarnya.

Kaisar mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten untuk berpihak pada petani lokal dengan memperketat masuknya bawang impor serta memperluas bantuan sarana produksi dan pendampingan.

“Petani Aceh sudah siap. Tinggal bagaimana kebijakan dan keberpihakan kita bersama untuk membeli dan menyerap hasil petani sendiri,” tegasnya.

Dengan potensi produksi yang ada di Pidie dan daerah sentra lainnya, ia optimis Aceh bisa swasembada bawang merah dan tidak perlu lagi mendatangkan pasokan dari luar provinsi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *