Sudutpenanews.com | Aceh Barat : Kekosongan kepemimpinan di Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam (HMJ SYEI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh telah berlangsung lebih dari lima bulan. Hingga kini Musyawarah Besar (Mubes) untuk memilih nahkoda baru belum juga dilaksanakan.
SK kepengurusan HMJ SYEI Periode 2025-2026 diketahui telah habis masa berlakunya sejak Maret 2026. Namun sampai September 2026 belum ada kepengurusan definitif baru yang terbentuk.
Aktivis kampus menilai kondisi ini membuat organisasi berjalan tanpa arah yang jelas. Program kerja pun dinilai tidak berjalan selama masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.).
“Yang lebih disayangkan, Plt. Ketua Umum beserta jajaran pengurus dinilai hanya ‘numpang nama’ di lembar SK, tanpa kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi maupun anggotanya. Sepanjang masa menjabat, tidak ada satu pun program kerja yang benar-benar terealisasi,” ujar Eri Zulfahmi, Demisioner Wakil Ketua Umum HMJ SYEI Periode 2023-2024, kepada media dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/9/2026).
Eri menyebut kekosongan ini bukan sekadar persoalan administrasi. Ia menilai hal itu mencerminkan lemahnya komitmen pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
“Jabatan itu amanah, bukan gelar buat dipajang di SK. Kalau tidak sanggup, lebih baik mundur daripada organisasi ikut mati bersama,” tegasnya.
Upaya penyampaian aspirasi sudah dilakukan. Eri mengaku telah mengabari Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam terkait kemandekan kepengurusan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret dari pihak jurusan.
Ia mengingatkan agar kekosongan kepemimpinan tidak terus dibiarkan.
“Kalau lahan dibiarkan kosong terus tanpa digarap, jangan kaget kalau nanti tumbuh sawit di sana,” katanya menyoroti potensi kevakuman organisasi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Eri mengusulkan beberapa langkah. Di antaranya mendesak percepatan pelaksanaan Mubes dengan melibatkan jurusan sebagai fasilitator, membentuk tim transisi sementara yang diisi mahasiswa aktif dan netral, atau menunjuk Plt. baru yang lebih siap bekerja hingga Mubes terlaksana.
“Ketiadaan Mubes bukan sekadar soal administrasi organisasi semata, tetapi menyangkut keberlangsungan HMJ SYEI ke depan,” ujarnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN TDM belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pelaksanaan Mubes HMJ SYEI.






