24 Titik Panas Terdeteksi di Aceh, 10 di Antaranya Berada di Aceh Barat

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 24 titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Sabtu, 5 September 2026.

Dari jumlah tersebut, 10 titik panas terdeteksi di Kabupaten Aceh Barat, yang tersebar di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan dan Samatiga.

Forecaster BMKG Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Yoga Al Ma’ruf, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan menggunakan sensor MODIS dari satelit Terra dan Aqua, Suomi NPP, serta NOAA-20/VIIRS.

“Berdasarkan hasil pantauan pada 5 September 2026 pukul 00.00 sampai 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 24 titik panas di Provinsi Aceh,” kata Yoga melalui keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Khusus di Aceh Barat, terdapat 10 titik panas, dengan satu titik terdeteksi di Kecamatan Johan Pahlawan dan sembilan titik lainnya berada di Kecamatan Samatiga.

Sejumlah titik panas di Kecamatan Samatiga terpantau pada koordinat sekitar 96,11–96,12 bujur timur dan 4,24–4,25 lintang utara. Tingkat kepercayaan deteksi dalam data BMKG bervariasi, mulai dari rendah hingga sedang.

Yoga menjelaskan, keberadaan hotspot yang terdeteksi satelit tidak secara otomatis menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang perlu diverifikasi lebih lanjut di lapangan.

“Hotspot merupakan hasil deteksi satelit terhadap anomali suhu. Untuk memastikan apakah di lokasi tersebut benar terjadi kebakaran, tetap diperlukan pengecekan atau verifikasi langsung di lapangan,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Dengan terdeteksinya 10 titik panas di Aceh Barat, pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, serta masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemantauan dan melakukan langkah antisipasi guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan meluas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *