Sudutpenanews.com | Aceh Barat : Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Barat periode 2021–2026, Tarmizi Satar, menegaskan bahwa usulan peningkatan anggaran untuk menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 telah diajukan sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua KONI Aceh Barat.
Tarmizi yang kini menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Barat menjelaskan, proses pengusulan anggaran pemerintah daerah membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba menjelang pelaksanaan PORA. Karena itu, anggaran yang berkaitan dengan persiapan kontingen PORA 2026 telah dipersiapkan dan diusulkan sejak masa kepemimpinannya di KONI.
Menurut Tarmizi, kebutuhan anggaran PORA 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan pelaksanaan PORA sebelumnya. Salah satu faktor utamanya adalah jumlah atlet Aceh Barat yang lolos untuk mengikuti PORA Aceh Jaya 2026 jauh lebih banyak dibandingkan PORA sebelumnya.
“PORA dilaksanakan pada masa Abu Nyak tahun 2022. Atlet kita yang lolos waktu itu di bawah 100 orang. Karena jumlah atlet lebih sedikit, anggaran bisa kita efisienkan sekitar Rp1,8 miliar,” kata Tarmizi kepada media, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan persiapan PORA 2026. Jumlah atlet Aceh Barat yang lolos melalui tahapan prakualifikasi atau seleksi di Banda Aceh telah meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan PORA sebelumnya.
“Sekarang hampir 260 atlet yang lolos. Ini belum termasuk cabang olahraga bola voli yang prapora-nya belum dilaksanakan. Untuk bola voli saja atlet kita hampir 30 orang,” ujarnya.
Tarmizi menambahkan, peningkatan jumlah atlet otomatis berdampak terhadap kebutuhan anggaran, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi hingga kebutuhan teknis lainnya selama mengikuti PORA.
Selain jumlah atlet, persoalan bonus bagi atlet berprestasi juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengusulan kenaikan anggaran.
Menurut Tarmizi, besaran bonus yang diberikan pada PORA sebelumnya sudah tidak relevan jika masih dipertahankan pada angka yang sama. Ia menyebut daerah lain di Aceh telah memberikan bonus dengan nilai yang lebih tinggi kepada atlet berprestasi.
“Saya juga meminta anggaran dinaikkan karena pada 2022 ada perbedaan dengan kondisi 2026, termasuk masalah bonus. Kalau masih Rp9 juta, tidak mungkin pada 2026 kita membayar lagi dengan bonus sebesar itu, sementara kabupaten lain sudah memiliki angka Rp20 juta,” jelasnya.
Tarmizi mengungkapkan, pada saat masih menjabat sebagai Ketua KONI Aceh Barat, dirinya telah mengusulkan anggaran sekitar Rp3,7 miliar untuk kebutuhan persiapan PORA.
Ia menegaskan, usulan tersebut disampaikan bukan karena dirinya ingin kembali mencalonkan diri sebagai Ketua KONI. Sebaliknya, pada saat pengusulan anggaran tersebut, masa kepengurusannya sudah mendekati akhir dan dirinya mengaku tidak berniat lagi untuk melanjutkan sebagai Ketua KONI.
“Pada masa itu saya sebenarnya tidak berniat lagi untuk menjadi Ketua KONI karena masa jabatan sudah habis. Tetapi saya tetap memikirkan kebutuhan atlet kita dan bagaimana Aceh Barat bisa mempersiapkan kontingen dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Tarmizi menilai kebutuhan anggaran minimal sekitar Rp4,5 miliar masih cukup rasional melihat skala PORA yang akan digelar di Aceh Jaya. Apalagi, berdasarkan informasi yang diterimanya dari KONI Provinsi Aceh, terdapat kemungkinan biaya konsumsi atlet menjadi tanggung jawab kabupaten peserta.
“Kalau minimal Rp4,5 miliar, karena saya mendapat informasi terakhir dari KONI Provinsi yang mengadakan PORA, biaya konsumsi ditanggung oleh kabupaten. Kalau memang begitu, otomatis anggarannya harus ditambah,” ujarnya.
Ia berharap pembahasan anggaran PORA 2026 dapat dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan jumlah atlet, cabang olahraga yang diikuti, kebutuhan kontingen serta target prestasi Aceh Barat.
Tarmizi juga menekankan agar masyarakat tidak salah memahami proses penganggaran KONI. Menurutnya, anggaran yang saat ini menjadi pembahasan bukan semata-mata usulan kepengurusan KONI yang sedang berjalan, melainkan telah melalui proses pengusulan sejak kepengurusan sebelumnya.
Sebagai mantan Ketua KONI sekaligus anggota DPRK Aceh Barat, Tarmizi berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan anggaran PORA dari sisi kebutuhan olahraga dan kepentingan atlet.
Ia menilai, dukungan anggaran yang memadai merupakan bagian penting dalam memastikan atlet Aceh Barat dapat bertanding secara maksimal dan membawa nama baik daerah pada PORA Aceh Jaya 2026.






