Kaway XVI dan Meureubo Kunci Tiket 8 Besar Grup A, Sportivitas Bubon Tuai Apresiasi

Sudutpenanews.com | Aceh Barat — Persaingan Grup A turnamen sepak bola semakin memanas. Tim Kaway XVI dan Meureubo dipastikan melaju ke babak delapan besar setelah menyelesaikan seluruh pertandingan penyisihan grup, Sabtu (19/9/2026).

Tim Kaway XVI tampil sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 7 poin, sementara Meureubo mengamankan posisi kedua dengan 6 poin. Bubon harus puas berada di peringkat ketiga dengan 2 poin, sedangkan Woyla menempati posisi juru kunci dengan 1 poin.

Kepastian dua tim tersebut lolos ke babak delapan besar diperoleh setelah dua pertandingan Grup A yang digelar hari ini. Tim Kaway XVI menghadapi Woyla di Stadion FIFA Cot Darat Sama Tiga, sedangkan Bubon berhadapan dengan Meureubo dilapangan Desa Alue Tampak Kaway XVI.

Koordinator Acara turnamen, Zulkifli Andi Govi, yang akrab disapa Dekjol, memberikan apresiasi khusus kepada tim Kecamatan Bubon atas sikap sportif yang ditunjukkan sepanjang pertandingan.

Menurut Dekjol, laga Bubon kontra Meureubo sempat berlangsung dalam tensi tinggi setelah keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada Mereubo memicu protes dari pemain dan official Bubon serta sorakan dari penonton.

Namun, setelah dilakukan komunikasi dan dialog antara pihak-pihak terkait, tim Bubon akhirnya menerima keputusan tersebut sehingga pertandingan dapat kembali dilanjutkan.

“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada manajer, official dan seluruh pemain Bubon yang sudah berbesar hati menerima keputusan wasit. Ini merupakan bentuk sportivitas yang harus kita jaga bersama dalam turnamen,” ujar Dekjol.

Memasuki babak kedua, Bubon akhirnya harus mengakui keunggulan Meureubo. Pertandingan berakhir dengan skor 0-4 untuk kemenangan Meureubo.

Dekjol menilai sikap yang diperlihatkan tim Bubon menjadi contoh penting dalam menjaga suasana pertandingan tetap kondusif, khususnya ketika terjadi perbedaan pandangan terhadap keputusan perangkat pertandingan.

“Yang paling penting adalah bagaimana pertandingan tetap berjalan dengan baik. Kami sangat menghargai sikap Bubon yang akhirnya dapat menerima keputusan dan melanjutkan pertandingan dengan sportif,” katanya.

Dengan berakhirnya persaingan Grup A, Tim Kaway XVI dan Meureubo kini bersiap menghadapi babak delapan besar. Sementara bagi Bubon dan Woyla, perjalanan mereka di fase grup harus berakhir setelah gagal mengamankan posisi dua besar.

Panitia berharap semangat sportivitas yang ditunjukkan Bubon dapat terus menjadi contoh bagi seluruh tim yang masih bertahan, sehingga persaingan menuju babak selanjutnya tetap berlangsung kompetitif, menarik dan menjunjung tinggi fair play.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *