Sudutpenanews.com | Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi meminta Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Akbar Siregar, memastikan seluruh sopir ambulans menjalani tes urine sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan dan meningkatkan keselamatan pelayanan kesehatan.
Permintaan tersebut disampaikan Tarmizi saat melakukan kunjungan ke RSUD Cut Nyak Dhien, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peresmian sejumlah fasilitas dan layanan kesehatan hasil pembenahan rumah sakit.
Tarmizi menilai keberadaan ambulans merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam membawa pasien dalam kondisi darurat. Karena itu, kondisi dan kesiapan para pengemudi harus menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit.
Ia meminta pemeriksaan urine dilakukan terhadap seluruh sopir ambulans untuk memastikan mereka berada dalam kondisi sehat, bebas dari pengaruh zat terlarang, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Semua sopir ambulans harus dites urine. Ini penting untuk memastikan mereka benar-benar dalam kondisi yang siap dan aman ketika membawa pasien,” tegas Tarmizi.
Menurutnya, pembenahan RSUD Cut Nyak Dhien tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung maupun pengadaan peralatan medis, tetapi juga menyangkut kedisiplinan, integritas dan kesiapan seluruh sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan.
Selain meminta tes urine terhadap sopir ambulans, Tarmizi juga menekankan sejumlah aturan kedisiplinan di lingkungan rumah sakit. Tenaga kesehatan diminta tidak menggunakan media sosial seperti TikTok selama jam kerja dan tetap menjaga etika serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Bupati juga mengingatkan agar ambulans tidak digunakan untuk aktivitas yang tidak sesuai peruntukannya, termasuk larangan merokok di dalam kendaraan tersebut.
“Jangan ada yang merokok di dalam ambulans. Kita harus menjaga kebersihan dan kenyamanan kendaraan karena ambulans digunakan untuk membawa pasien,” ujarnya.
Permintaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Cut Nyak Dhien sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah.
Pembenahan RSUD Cut Nyak Dhien sendiri mendapat dukungan PT Mifa Bersaudara melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) senilai sekitar Rp9,6 miliar. Bantuan tersebut antara lain digunakan untuk renovasi Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), pengadaan alat kesehatan, fasilitas ruang rawat inap, peralatan layanan Cath Lab dan ICVCU serta dua unit ambulans.
Salah satu fasilitas yang mulai difungsikan adalah layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung. Keberadaan layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi kebutuhan pasien penyakit jantung untuk mendapatkan penanganan ke luar daerah.
Direktur RSUD Cut Nyak Dhien, Akbar Siregar, mengatakan pembenahan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Evaluasi terhadap kebutuhan dan penempatan tenaga kesehatan terus dilakukan agar pelayanan dapat berjalan secara optimal.
“Yang kita bangun bukan hanya gedung dan membeli alat, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Akbar.
Dengan pembenahan fasilitas, penguatan manajemen serta pengetatan disiplin tenaga kesehatan dan pengemudi ambulans, RSUD Cut Nyak Dhien diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin aman, cepat dan profesional bagi masyarakat Aceh Barat.









