Gempa 4,3 SR Guncang Aceh Jaya

Sudutpenanews.com | Aceh Barat — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Aceh Jaya dan sekitarnya pada Rabu (30/9/2026) pagi. Gempa dengan magnitudo awal M4,1 tersebut kemudian diperbarui BMKG menjadi M4,3.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 09.35.54 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 4,74 derajat Lintang Utara dan 94,99 derajat Bujur Timur, atau sekitar 66 kilometer barat Calang, Kabupaten Aceh Jaya, dengan kedalaman 17 kilometer.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Dr. Hendro Nugroho, ST., M.Si., menyebutkan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas submarine fault atau sesar bawah laut.

“Getaran gempa paling kuat dirasakan masyarakat di wilayah Calang dengan skala intensitas IV MMI. Pada skala tersebut, getaran pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan oleh beberapa orang di luar rumah. Dampaknya antara lain gerabah dapat pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding terdengar berbunyi.”tulisnya dalam keterangan pers.

Sementara itu, gempa juga dirasakan di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh dengan intensitas III MMI. Getaran pada skala ini dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.

Di wilayah Sigli, getaran gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.

Hingga saat laporan BMKG diperbarui pada pukul 10.00 WIB, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

BMKG juga menyatakan hasil monitoring hingga waktu tersebut belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan atau aftershock.

Masyarakat diminta memperoleh informasi terkait aktivitas gempa bumi hanya melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG dan InaTEWS BMKG, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”tutup Hendro Nugroho.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *