Sudutpenanews.com | Aceh — Tindakan penanganan material jatuh yang dilakukan oleh pihak manajemen PT Agrabudi Jasa Bersama (AJB) dinilai sebagai bentuk pencitraan yang mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Langkah pembersihan jalan secara manual di lintasan angkutan batu bara tersebut dianggap sekadar formalitas yang tidak menyentuh inti permasalahan.
Aktivis Lingkungan Aceh Barat, Tonicko Anggara, menegaskan bahwa perusahaan seharusnya berfokus pada langkah pencegahan teknis ketimbang aksi pembersihan setelah material tumpah.
“Aksi pembersihan jalan secara manual oleh pihak humas atau manajemen PT AJB itu tidak menyelesaikan akar masalah dan terkesan sebagai bentuk pembodohan publik. Yang dibutuhkan masyarakat bukan aksi sapu jalan setelah tumpahan terjadi, melainkan tindakan pencegahan agar material batu bara tidak tercecer dan merugikan pengguna jalan sejak awal seperti SOP Hauling yang benar, dengan menggunakan terpal sesuai aturan dan lainnya,” tegas Tonicko Anggara, Senin (14/9/2026).
Menurut Tonicko, ceceran material batu bara di jalan raya sangat berbahaya bagi keselamatan lalu lintas, terutama bagi pengemudi kendaraan roda dua yang rentan tergelincir akibat permukaan jalan yang licin dan berdebu.
Selain persoalan ceceran material, dirinya juga menyoroti rekam jejak operasional armada PT Agrabudi Jasa Bersama yang dinilai berisiko tinggi. Catatan insiden menunjukkan adanya rekam jejak kecelakaan kerja serta insiden armada truk angkutan batu bara milik PT AJB yang sempat terbalik di jalan umum.
“Rekam jejak kecelakaan kerja dan insiden truk terbalik di jalan ini menjadi bukti kuat lemahnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan pengangkutan. Jangan menunggu ada korban jiwa baru ada evaluasi total,” lanjut Tonicko.
Dirinya mendesak dinas terkait dan pihak berwenang untuk segera mengevaluasi kelayakan armada serta izin lintasan operasional PT Agrabudi Jasa Bersama demi menjamin keselamatan dan kenyamanan publik.
Hingga berita ini diturunkan media sudah mencoba mengkonfirmasi kepada pihak PT. Agrabudi Jasa Bersama (AJB) melalui Safran Aries Thama melalui pesan WhatsAppnya. Namun belum mendapatkan jawaban dari pihak Humas perusahaan tersebut. Media akan membuka ruang sebagai hak jawab demi keberimbangan pemberitaan.






