Sudutpenanews.com | Jakarta — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat serius memperjuangkan nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dan Tenaga Bakti di daerah. Aspirasi tersebut langsung disampaikan Bupati Aceh Barat Tarmizi kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Bupati Tarmizi mengatakan, ada dua poin utama yang disampaikan pihaknya kepada BKN. Pertama, terkait status PPPK Paruh Waktu agar seluruhnya dapat ditingkatkan menjadi PPPK Penuh Waktu, baik untuk tenaga guru, tenaga kesehatan, maupun formasi lainnya.
Kedua, terkait Tenaga Bakti yang masih bertugas di puskesmas-puskesmas di Aceh Barat agar ke depan diberikan peluang untuk diangkat menjadi PPPK.
“Kami menyampaikan aspirasi daerah. Intinya Pemerintah Aceh Barat sangat atensi untuk PPPK. Kami ingin semua PPPK Paruh Waktu, baik guru, nakes, dan lainnya, bisa menjadi penuh waktu. Begitu juga Tenaga Bakti di puskesmas, kami minta ada peluang ke depan untuk menjadi PPPK,” ujar Tarmizi melalui pesan WhatsAppnya, Rabu (2/9/2026).
Terkait kebijakan pusat, Tarmizi menjelaskan bahwa untuk PPPK Paruh Waktu khusus guru telah ada arah kebijakan akan ditingkatkan menjadi PPPK Penuh Waktu. Selain itu, ketika pemerintah pusat membuka tes CPNS, semua tenaga honorer termasuk PPPK diberi kesempatan untuk ikut.
“Saat dibuka tes CPNS, semuanya bisa ikut, tidak hanya PPPK. PPPK juga harus ikut tes, hanya yang memenuhi syarat yang akan lulus. Karena itu saya minta kepada seluruh tenaga kita untuk mempersiapkan diri mulai dari sekarang, harus belajar untuk persiapan,” jelasnya.
Untuk kepastian jumlah PPPK Paruh Waktu yang akan ditingkatkan menjadi Penuh Waktu, Tarmizi menyebut pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Pusat terkait teknis pelaksanaannya.
Selain membahas kepegawaian, dalam pertemuan tersebut Pemkab Aceh Barat juga memperkenalkan produk UMKM lokal, yakni Kopi Meulaboh, kepada Kepala BKN RI sebagai salah satu upaya mempromosikan potensi daerah.
Dengan langkah ini, Pemkab Aceh Barat berharap perjuangan peningkatan status kepegawaian dapat segera terealisasi dan memberikan kepastian serta kesejahteraan bagi tenaga honorer di daerah.
“Kami minta kepada seluruh PPPK dan Tenaga Bakti terus berdo’a. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah usaha dan do’a,”tutup Bupati Tarmizi.






