Sudutpenanews.com | Nagan Raya : Masyarakat Gampong Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, hingga kini masih kesulitan memperoleh air bersih setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut tahun lalu, Rabu (26/8/2026).
Keluhan tersebut di sampaikan Pelita Alam salah seorang kadus di dusun Padang reu yang ikut di dampingi Mantan Tuha Peut unsur pemuda kepada media mengatakan, bahwa setelah pasca pascabanjir pada 26 November 2025 lalu masyarakat di desanya belum mendapatkan pelayanan air bersih yang memadai dari pemerintah setempat.
“Kami tiap hari mendengar keluhan dari masyarakat setempat, mengenai air bersih, karena selama banjir kami belum memperoleh air bersih dengan baik. Masyarakat di sini berusaha masing-masing untuk mendapatkan air,” kata kadus Padang Reu Pelita Alam.
Menurutnya, warga setempat harus berusaha dengan kemampuan masing-masing untuk memdapatkan air, tergantung ekonomi,
“jika ada kemampuan beli selang mungkin sebagian orang bisa mendapatkan air yang layak, tapi jika ada masyarakat yang ekonominya lemah ya tidak bisa memperoleh air besih yang bagus, karena sumber air jauh” Kata Pelita Alam.
Sehingga, Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai kewalahan, apalagi kebutuhan air meningkat menjelang pelaksanaan Maulid Nabi nanti di gampong tersebut.
“ ini belum ada kegiatan apa-apa saja masyarakat disini sudah mulai mengeluh karena kekurangan air, apalagi nanti menjelang Maulid Nabi di desa mungkin kebutuhan air makin meningkat” ujarnya.
Ia berharap persoalan air bersih yang telah berlangsung berbulan-bulan tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah nam. Masyarakat menginginkan adanya solusi dari pemerintah agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi di desanya.
Kondisi ini juga dinilai semakin mendesak mengingat masyarakat masih dalam masa pemulihan pascabencana dan membutuhkan akses air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagaimana diketahui, Dua desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, yaitu Desa Kuta Tengoh dan Desa Babah Suak lenyap disapu banjir dan hanya menyisakan beberapa bangunan. akibat diterjang banjir bandang pada awal Desember 2025 lalu.
Sehingga mengakibatkan Ratusan warga kehilangan tempat tinggal sehingga mereka tepaksa harus di relokasi ke lereng perbukitan karena wilayah permukiman lama sudah hancur akibat banjir tahun lalu.
Pemerintah setempat juga sudah mengahdirkan huntara di Kecamatan Tersebut. Dan kini sebagian masyarakat masih tinggal di huntara dengan kapasiatas yang ada.






