Sudutpenanews.com | Aceh — Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang turun langsung menemui massa aksi peringatan Hari Damai Aceh di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8).
Ketua LANA, Teuku Laksamana, menilai langkah Kapolda Aceh hadir langsung di tengah massa merupakan bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi. Di tengah situasi yang sempat memanas dan terjadi benturan antara massa dengan aparat, Kapolda memilih berdialog dan mengedepankan pendekatan persuasif.
“LANA memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan. Beliau tidak hanya memerintahkan anak buahnya dari belakang, tetapi turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar aspirasi massa dan ikut memastikan situasi kembali kondusif,” kata Teuku Laksamana.
Menurutnya, tindakan Kapolda tersebut menunjukkan bahwa pendekatan keamanan dan pendekatan kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Terlebih, peringatan Hari Damai Aceh seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, bukan menjadi ruang munculnya ketegangan baru.
LANA juga mengapresiasi langkah Kapolda yang mendampingi warga yang sebelumnya diamankan hingga akhirnya beberapa di antaranya dibebaskan dan dihadirkan di hadapan massa.
“Ini bukan sekadar persoalan membubarkan massa. Ini tentang bagaimana seorang pimpinan kepolisian mampu membaca suasana, menenangkan masyarakat dan mencari jalan keluar melalui komunikasi. Bagi kami, ini adalah wajah kepolisian yang dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Teuku Laksamana menyebut, sejak awal kepemimpinannya di Aceh, Irjen Ruddi Setiawan perlu terus membangun tradisi kepolisian yang mengedepankan komunikasi, persaudaraan dan penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Kalau kepemimpinan seperti ini terus dipertahankan, kami berani mengatakan Irjen Ruddi Setiawan berpotensi dikenang sebagai salah satu, bahkan Kapolda terbaik sepanjang sejarah Aceh, khususnya dalam membangun komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat,” tegasnya.
LANA juga mengapresiasi kehadiran Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang bersama Kapolda Aceh kembali mendatangi halaman Masjid Raya Baiturrahman untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.
Menurut LANA, sinergi TNI-Polri sangat penting dalam menjaga Aceh agar tetap aman dan damai. Namun, pendekatan keamanan harus selalu dibarengi dengan komunikasi yang baik sehingga tidak menimbulkan jarak antara aparat dan masyarakat.
“Damai Aceh bukan hanya sebuah peristiwa sejarah. Damai harus dirawat setiap hari. Karena itu, kami berharap seluruh pihak, baik aparat maupun masyarakat, sama-sama menahan diri dan mengutamakan dialog,” kata Teuku Laksamana.
LANA berharap momentum Hari Damai Aceh tahun ini menjadi pengingat bahwa konflik telah memberikan pelajaran mahal bagi masyarakat Aceh. Jangan sampai perbedaan pandangan dan penyampaian aspirasi justru berkembang menjadi konflik baru.
“Pesan kami sederhana, jaga Aceh, jaga perdamaian, dan jangan pernah mengulang sejarah kelam konflik. Kepada Kapolda Aceh, LANA menyampaikan penghormatan atas keberanian turun langsung menemui rakyat. Kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan Aceh hari ini,” tutup Teuku Laksamana.







