Sudutpenanews.com | Aceh : Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman, resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Aceh setelah beredarnya foto editan dirinya bersama seorang wanita di media sosial.
Laporan tersebut telah diterima oleh tim siber kepolisian dan kini dalam tahap penyelidikan. Aparat tengah menelusuri pemilik akun TikTok bernama Cut Putroe dengan username @cutputroe yang diduga menjadi sumber penyebaran konten manipulatif tersebut.
Haji Uma menegaskan bahwa foto yang viral bukanlah asli, melainkan hasil rekayasa digital yang merugikan dirinya secara pribadi maupun sebagai pejabat publik.
“Foto itu tidak benar. Itu hasil editan yang mencemarkan nama baik saya, dan sudah saya laporkan ke Polda Aceh,” ujarnya ketika dihubungi media melalui telpon selularnya, Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan penelusuran awal bersama pihak kepolisian, akun @cutputroe diketahui bukan akun resmi. Akun tersebut diduga mencatut identitas pihak lain. Sementara akun yang disebut sebagai asli menggunakan nama Cut Putoe dengan username @CutPutroe79 dan memiliki sekitar 19 ribu pengikut.
Kasus ini kini menjadi perhatian aparat, mengingat maraknya penyalahgunaan identitas dan manipulasi konten di media sosial. Haji Uma pun mendesak agar pelaku segera diungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Tidak boleh ada pihak yang dengan mudah mencatut nama orang lain untuk kepentingan tertentu. Saya berharap pelaku segera ditindak,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi di ruang digital. Menurutnya, fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga pencemaran nama baik kian meningkat, terutama di platform media sosial.
“Banyak yang mencari perhatian dengan membuat sensasi, bahkan dengan mencatut nama tokoh. Masyarakat harus lebih arif dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Ia menambahkan, tindakan semacam itu tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi berujung pada konsekuensi hukum.
“Kita ini negara hukum. Jangan sampai demi sensasi, justru merugikan diri sendiri di kemudian hari,” tutupnya.







