DKP Aceh Barat Kucurkan Rp500 Juta untuk Bibit Lele, Pakan, dan Jaring Nelayan di Kecamatan Johan Pahlawan

Ilustrasi Ai. Ist

Sudutpenanews.com | Aceh Barat : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus memperkuat sektor perikanan rakyat pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan dari data laman SiRUP pada Selasa (2/6/2026), Tiga paket pengadaan strategis dengan total anggaran mencapai Rp500 juta digulirkan, menyasar pembudidaya ikan lele dan kelompok nelayan di Kecamatan Johan Pahlawan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret mendorong produktivitas sekaligus menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan pembudidaya lokal. Program bantuan terbesar dialokasikan untuk pengadaan bibit ikan lele Sangkuriang dengan nilai pagu Rp200 juta. Dalam paket ini, pemerintah menyiapkan sekitar 222 ribu ekor bibit berukuran 5–8 cm yang akan didistribusikan kepada pembudidaya di Kecamatan Johan Pahlawan. Pengadaan dilakukan melalui metode langsung, dengan jadwal pemilihan penyedia pada Juni 2026 dan pelaksanaan kontrak berlangsung Juli hingga Agustus 2026.

Tak hanya bibit, dukungan juga diberikan dalam bentuk pakan ikan dengan total anggaran Rp100 juta. Paket ini mencakup 350 kg pakan pre-starter, 1.800 kg pakan starter dan 2.342,85 kg pakan finisher.

Distribusi pakan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, mengikuti tahapan pertumbuhan ikan yang dibudidayakan.Ketersediaan pakan menjadi faktor krusial dalam menjaga tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan, sehingga bantuan ini dinilai sangat strategis bagi petani ikan.

Sementara itu, untuk sektor perikanan tangkap, Pemkab Aceh Barat mengalokasikan Rp200 juta untuk pengadaan jaring monofilament bagi kelompok nelayan.

Sebanyak 793 unit jaring berdiameter 0,35 mm (4 inci) akan disalurkan. Proyek ini dijadwalkan lebih awal, dengan proses pemilihan penyedia pada Mei 2026 dan pelaksanaan kontrak pada Juni hingga Juli 2026.

Ketiga paket pengadaan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung produk dalam negeri dan pelaku usaha kecil, dengan seluruh paket menggunakan skema pengadaan langsung.

Meski belum memasukkan aspek pengadaan berkelanjutan secara formal, program ini tetap diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis sumber daya perikanan.

Dengan total investasi setengah miliar rupiah, intervensi ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Barat. Jika terealisasi tepat waktu dan tepat sasaran, bantuan bibit, pakan, dan sarana tangkap ini berpotensi meningkatkan produksi, pendapatan, serta kesejahteraan nelayan dan pembudidaya di wilayah tersebut.

DKP Aceh Barat kini dituntut memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *