Sudutpenanews.com, Aceh Barat : Seratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Kamis, 16 Januari 2025.
Mereka menuntut pemerintah buka mata atas rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tidak masuknya tenaga harian lepas yang sudah belasan tahun mengabdi ke database.
“Tadi sama – sama kita dengar masalah tuntutan pertama itu supaya mereka (THL) masuk ke data base BKN, yang kedua berhubungan dengan formasi untuk PPPK agar ditambah,” kata Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Ilum Anam.
Dari hasil audiensi pada hari ini kata Ilum, pihak DPRK dan juga pemkab Aceh Barat yang diwakili oleh BKPSDM berkomitmen untuk membantu perjuangan para THL di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh ke pemerintah pusat.
“Tapi itu sudah diakomodasi tadi sama DPRK dan BPKDM mereka akan menindaklanjutinya nanti ke Jakarta untuk menemui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB),” katanya.
Dikatakan Ilum, per tanggal 31 Desember 2024 total jumlah THL di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sebanyak 671 orang dan rata – rata mereka sudah mengabdi sebagai tenaga kesehatan selama 10 tahun bahkan ada yang mencapai belasan tahun.
Ilum menjelaskan, perlunya terdaftar di BKN agar para THL di rumah sakit tersebut dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap dua yang akan dilakukan pada februari mendatang.






