Antrean Solar di SPBU Suak Raya Picu Kemacetan di Lintas Nasional Meulaboh–Banda Aceh

Sudutpenanews.com | Meulaboh — Antrean panjang kendaraan pengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU 14.2364.80 Desa Suak Raya, Kabupaten Aceh Barat, memicu kemacetan di ruas jalan nasional Meulaboh–Banda Aceh, Selasa (5/5/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda empat, terutama truk bermuatan sedang hingga besar, mengular hingga hampir dua kilometer. Kendaraan yang mengantre bahkan memakan hampir setengah badan jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada jam sibuk pagi hari.

Salah seorang pengguna jalan, Ayi, mengaku kondisi tersebut sangat meresahkan karena mempersempit ruang jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Mobil yang antre sudah memakan hampir setengah badan jalan. Tadi pagi antreannya hampir dua kilometer,” ujar Ayi, kepada media, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, selain menyebabkan kemacetan, antrean panjang itu juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalur nasional yang dikenal padat aktivitas.

Antrean BBM solar tersebut diduga berkaitan dengan distribusi ke sektor tertentu. Sejumlah kendaraan yang mengantre disebut-sebut akan menyalurkan BBM untuk aktivitas tambang ilegal serta operasional mobil hauling batu bara milik vendor dari PT. Agra Budi Jasa Bersama (AJB) yang melintas antar kabupaten menuju wilayah Nagan Raya ke PLTU 3-4.

Menanggapi kondisi itu, Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli, menyebut kendaraan hauling sebenarnya dapat dikenali meskipun tidak memiliki nomor lambung ketika mereka melakukan antrian BBM jenis Solar diberbagai SPBU di Aceh Barat.

“Mobil hauling bisa kita tandai, walaupun tidak ada nomor lambung, biasanya ada ciri tambahan di bagian samping dan sisa material batu bara,” katanya via telpon selulernya.

Sementara itu, Humas PT Agrabudi Jasa Bersama, Safran, membantah adanya keterlibatan kendaraan hauling perusahaan dalam antrean BBM subsidi tersebut.

“Tidak selalu mobil hauling. Kalau mobil hauling biasanya ada nomor lambung. Mungkin kendaraan itu digunakan untuk angkut pasir. Dari perusahaan juga sudah diingatkan untuk menggunakan BBM non-subsidi,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan antrean kendaraan di SPBU tersebut, guna mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan di jalur nasional.

“Kami minta pemerintah dan aparat bisa menertibkan persoalan ini, karena sangat mengganggu pengguna jalan,” kata Ayi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *