Pemkab Aceh Barat Daya Berhasil Raih Dua Rekor MURI, Dari Lemang Dan Tape

Sudutpenanews.com | Aceh Barat Daya : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya berhasil meraih Dua (2) Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2026, rekor tersebut diraih setelah jajaran pemerintah dari tingkat Desa hingga kabupaten secara bersama memasak sebanyak 15.175 batang lemang dan tape, pada Sabtu (25/04/2026)

Adapun kegiatan memasak belasan ribu lemang dan tape ini digelar dalam rangka perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 terbentuknya kabupaten Aceh Barat Daya usai pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan.

Bacaan Lainnya

Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., menyampaikan perayaan HUT kabupaten dengan julukan Bumoe Breuh Sigupai tahun ini mengusung semangat kemandirian sumber daya manusia (SDM) yang sejalan dengan visi pembangunan.

Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, Bersama Ketua DPRK Aceh Barat Daya Roni Guswandi, Saat Menerima Dua Rekor MURI : Foto (ist) 

“Kegiatan memasak lemang masal atau “Toet Leumang” tidak sekadar mengejar rekor, melainkan menjadi refleksi kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” Kata Bupati Aceh Barat Daya.

Sambungnya Safaruddin, “Tradisi membakar lemang yang lazim dilakukan pada hari besar Islam kini diangkat sebagai simbol pemersatu masyarakat. Semangat HUT ke-24 ini adalah Agama Tapeukong (memperkokoh agama),”

Safaruddin juga memberkan Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki potensi alam yang masih sangat besar dengan ribuan hektare lahan yang bisa digarap untuk produksi. Tidak hanya itu, dirinya juga mengingatkan kembali cita cita kota baru dan akses jalan dua jalur yang diharapkan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan yang penuh semarak dan menyita perhatian publik lokal hingga nasional ini, Safaruddin juga mengingatkan event yang digelar memiliki dampak positif bagi daerah dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kita ingin memperkuat nilai religius sekaligus melestarikan budaya melalui festival kuliner khas Abdya, Prinsipnya, APBD tidak boleh bocor ke luar daerah. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui expo UMKM dan festival ini” ujarnya.

Safaruddin memastikan belasan ribu lemang dan tape yang disajikan ini dinikmati masyarakat yang hadir menyaksikan event langka ini bahkan dibawa pulang.

Adapun Perwakilan MURI, Lutfi Syah Pradana, yang hadir dalam kegiatan ini menegaskan, pencapaian Rekor MURI oleh Kabupaten Aceh Barat Daya kali ini tidak hanya tercatat sebagai rekor nasional, tetapi juga masuk dalam rekor dunia dengan jumlah 15.175 batang lemang dan tape.

Piagam rekor MURI ini diterima langsung oleh Bupati Safaruddin, yang turut didampingi Ketua DPRK Aceh Barat Daya Roni Guswandi, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sabaruddin juga mengharapkan keberhasilan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya, meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mendorong daerah lebih maju dan berdaya saing.

Kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keterlibatan pelaku UMKM serta penggunaan bahan baku lokal seperti beras ketan, kelapa, dan daun pisang dalam jumlah besar dinilai mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga miliaran rupiah.

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *