Sudutpenanews.com, Meulaboh – Forum Bangun Investasi Aceh (ForBINA) Aceh, menanggapi polemik antara Bupati Aceh Barat dan PT Mifa Bersaudara terkait laporan hukum yang diajukan oleh PT MIFA Bersaudara terhadap Bupati Aceh Barat.
Direktur ForBINA Aceh Muhammad Nur meminta semua pihak untuk tidak menggiring opini yang membingkai persoalan ini secara emosional dan menggeneralisasi dukungan masyarakat tanpa dasar.
“Pentingnya pemerintah daerah menjaga hubungan yang harmonis dengan para investor, termasuk perusahaan swasta yang beroperasi di daerah.”ujarnya via telpon selulanya, Jum’at (27/6/2025).
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sikap pemimpin harus mencerminkan kedewasaan dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak, termasuk pelaku usaha.
“Ini pelajaran penting. Menjadi pemimpin itu butuh kedewasaan, bukan mengejar popularitas,” ucapnya.
Terkait isu yang menyebutkan adanya gerakan massa yang mendukung bupati untuk melakukan aksi protes terhadap perusahaan, Muhammad Nur menyarankan pendekatan yang lebih bijak dan dialogis.
“Kalau ada masalah, jangan langsung bangun opini negatif terhadap perusahaan. Ajak duduk bersama, cari jalan tengah. Kalau muncul tekanan massa atau demo yang tidak berdasar, itu justru merugikan daerah sendiri dan bisa mengganggu iklim investasi, Negara juga butuh pengusaha. Kalau hubungan ini rusak, yang rugi adalah masyarakat ” katanya.
Muhammad Nur juga menyampaikan bahwa proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati dan dikawal secara adil oleh semua pihak.
“Hukum adalah kebenaran. Biarlah proses hukum berjalan dengan baik, dan kita sebagai masyarakat harus mengawal agar berjalan secara adil dan transparan,” pungkasnya.
Bahkan kata Muhammad Nur, jika pemerintah daerah ingin menjalin komunikasi atau melakukan pengawasan terhadap perusahaan, pendekatan dialogis dan persuasif lebih tepat digunakan dibandingkan dengan tindakan yang cenderung konfrontatif.
“Tugas kepala daerah justru menciptakan kenyamanan bagi para investor. Membangun komunikasi yang baik dan saling menghargai adalah bagian dari strategi menjaga iklim investasi yang sehat,” jelasnya.
Muhammad Nur juga mengingatkan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan dunia usaha harus dijaga dalam kerangka profesional, bukan emosional. Menurutnya, sikap saling menghormati akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak, terutama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Membangun hubungan harmonis itu penting. Tidak boleh ada pihak yang merasa tertekan atau dilangkahi aturannya. Karena setiap perusahaan juga punya sistem yang harus dihargai,”Demikian Muhammad Nur.






