Belajar ke Jogja hingga Bali, Aceh Barat Matangkan Pembangunan Kolam Retensi

Plt. Sekda Aceh Barat Dr. Ir. Kurdi (Tengah) bersama para Geuchik dalam Kecamatan Johan Pahlawan pada acara peresmian pembangunan gerai KMP di Desa Kuta Padang. Foto Aries/Sudutpenanews.com.

Aceh Barat | Sudutpenanews.com  – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai menindaklanjuti rencana pembangunan kolam retensi, sebagai langkah konkret untuk mengatasi banjir yang melanda Meulaboh.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, mengatakan pembangunan kolam retensi tersebut merupakan upaya strategis dalam menanggulangi banjir kota yang kerap terjadi di wilayah Meulaboh.

“Kolam retensi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Dirjen Sumber Daya Air dan Kementerian PUPR saat banjir kota dua pekan lalu,” kata Kurdi, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan, pada pekan lalu dirinya bersama Bupati Aceh Barat dan tim telah melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk mempelajari desain ideal pembangunan jeti dan kolam retensi.

“Minggu kemarin kami bersama tim Pak Bupati berkunjung ke Jogja untuk melihat desain ideal jeti dan kolam retensi. Insyallah dalam waktu dekat kami akan berada di Solo untuk melihat desain teknik di Balai Teknik Sungai. Minggu depan tanggal 23 kami akan ke Buleleng, Bali, untuk membahas desain kolam retensi yang berdekatan dengan pantai,” ujarnya.

Menurut Kurdi, desain kolam retensi yang dikembangkan di Yogyakarta memiliki nilai investasi sekitar Rp800 miliar, dan menjadi acuan dalam perencanaan proyek di Aceh Barat.

“Kalau di Jogja anggarannya mencapai 800 miliar. Mudah-mudahan tahun depan, setelah desain kita selesai, pembangunan kolam retensi di Aceh Barat bisa segera dimulai,” harapnya.

Kurdi menambahkan, area kolam retensi yang direncanakan di Aceh Barat memiliki luas sekitar 4 hektare, dengan sistem tampungan air yang memanjang hingga ke kawasan Lueng Aye, di belakang Tugu Teuku Umar.

“Nantinya kawasan itu akan ditata sekaligus menjadi objek wisata air yang terintegrasi dengan wisata Eko Pancasila, sehingga memiliki nilai fungsi ganda baik untuk pengendalian banjir maupun pengembangan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) masih mendampingi proses penyusunan desain teknis hingga April 2026, dengan target pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun yang sama.

“Harapan kita, tahun 2026 sudah bisa mulai dibangun,” tutup Kurdi.

 

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *