Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat tidak hanya melakukan pengujian kualitas air di Krueng Tujoh, tetapi juga mengambil sampel air dari sejumlah sungai lainnya, termasuk Krueng Kaway XVI dan Krueng Meureubo.
Ramli menilai pemeriksaan kualitas air secara menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan kondisi sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat tetap aman dan tidak tercemar.“Jangan Krueng Tujoh saja yang kita jadikan sampel untuk diuji di laboratorium. Sungai Kaway XVI dan Krueng Meureubo juga perlu kita uji,” kata Ramli kepada media, Senin (24/8/2026).
Ia menyebutkan, perhatian terhadap kualitas kedua sungai tersebut perlu ditingkatkan karena diduga terdapat aktivitas pertambangan emas yang diduga tidak berizin yang disebut berlangsung di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) Krueng Meureubo dan Krueng Kaway XVI.
Menurut Ramli, aktivitas di wilayah hulu perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kondisi aliran sungai di bagian hilir. Namun, ia menegaskan dugaan pencemaran harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan analisis laboratorium.
“Karena itu kita perlu cek kualitas airnya. Jangan hanya berdasarkan dugaan. Kita harus tahu melalui hasil laboratorium apakah ada kandungan yang mencemari atau tidak,” ujarnya.
Ramli mengatakan, pengujian kualitas air menjadi semakin penting karena Krueng Meureubo merupakan salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan PDAM.
“Ini perlu kita selamatkan untuk anak bangsa. Air Krueng Meureubo juga disedot untuk kebutuhan PDAM. Karena itu, sama-sama harus kita jaga,” katanya.
Ia meminta pengambilan sampel dilakukan di sejumlah titik, mulai dari wilayah hulu hingga bagian hilir sungai. Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kualitas air.
Selain itu, Ramli mendorong pemerintah melakukan pengawasan dan pengujian kualitas air secara berkala, terutama pada momentum tertentu ketika aktivitas masyarakat meningkat, seperti menjelang Meugang dan Hari Raya Idulfitri.
“Menjelang libur, seperti saat Meugang dan Idulfitri, tolong juga dicek. Apakah ada pencemaran atau tidak. Mudah-mudahan tidak tercemar,” ujarnya.
Ramli berharap hasil pengujian laboratorium nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah pengawasan, pencegahan, serta perlindungan terhadap sungai-sungai di Aceh Barat.
Ia menegaskan, menjaga kualitas air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh pihak, terutama dalam menjaga kawasan hulu DAS agar tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat di wilayah hilir.
“Yang kita jaga bukan hanya sungainya, tetapi juga keselamatan masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut,” pungkasnya.









