PUPR Aceh Barat Perkuat SDM Konstruksi, 70 Peserta Ikuti Sertifikasi

Sudutpenanews.com | Aceh Barat : Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi lokal terus didorong Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja (SKK) konstruksi Gelombang III yang digelar di Aula Dinas PUPR, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan harapan mampu memperkuat daya saing tenaga kerja daerah di tengah kebutuhan sektor konstruksi yang semakin menuntut standar profesional.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar memenuhi administrasi sertifikasi, melainkan untuk memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan yang benar-benar terukur dan siap diterapkan di lapangan.

Menurutnya, selama ini masih terdapat tenaga konstruksi yang telah berpengalaman, namun belum memiliki pengakuan kompetensi secara resmi melalui Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).

“Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan tenaga kerja lokal tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki legitimasi kompetensi yang diakui,” ujarnya kepada awak media, Senin (10/8/2026).

Materi pelatihan mencakup sejumlah bidang strategis, seperti pelaksana pekerjaan gedung dan jalan level 5, pemeliharaan jembatan level 6, hingga supervisor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi.

Fadly menjelaskan, peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat berdampak langsung pada kualitas hasil pekerjaan konstruksi di daerah, termasuk meminimalkan kesalahan teknis yang kerap terjadi di lapangan.

Selain itu, keterlibatan tenaga profesional dari lembaga seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta asesor dari lembaga sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting untuk menjaga standar pelatihan dan proses penilaian.

Ia menambahkan, keberadaan tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan, baik di lingkungan pemerintah maupun sektor swasta.

“Ke depan, kita ingin tenaga konstruksi Aceh Barat mampu bersaing, tidak hanya di daerah sendiri tetapi juga di tingkat yang lebih luas,” katanya.

Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi, pemerintah daerah berharap pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih optimal, efisien, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *