Ramli Apresiasi PT Mifa Bersaudara Mulai Realisasikan Komitmen Konservasi dan Restorasi Krueng Tujoh

Ketua Komisi I DPRK Aceh Barat, Ramli.,SE. Ist

“Kami mengapresiasi PT Mifa Bersaudara yang telah menunjukkan komitmennya terhadap hasil kesepakatan RDP beberapa waktu lalu. Ini merupakan langkah konkret yang kita harapkan bersama, bahwa apa yang telah dibicarakan dan disepakati tidak berhenti sebatas wacana, tetapi benar-benar direalisasikan di lapangan,” ujar Ramli melalui telpon selularnya, Selasa (3/11/2026).

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli, mengapresiasi PT Mifa Bersaudara yang telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan memulihkan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tujoh. Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui Program Restorasi Krueng Tujoh sebagai tindak lanjut dari hasil kesepakatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK Aceh Barat beberapa waktu lalu.

Ramli menyampaikan bahwa langkah PT Mifa Bersaudara yang mulai merealisasikan program konservasi tersebut merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam menindaklanjuti aspirasi dan kesepakatan bersama, khususnya terkait upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan Krueng Tujoh.

“Kami mengapresiasi PT Mifa Bersaudara yang telah menunjukkan komitmennya terhadap hasil kesepakatan RDP beberapa waktu lalu. Ini merupakan langkah konkret yang kita harapkan bersama, bahwa apa yang telah dibicarakan dan disepakati tidak berhenti sebatas wacana, tetapi benar-benar direalisasikan di lapangan,” ujar Ramli melalui telpon selularnya, Selasa (3/11/2026).

Ramli juga menjelaskan, berdasarkan rangkaian program yang disampaikan perusahaan, terdapat beberapa agenda utama dalam upaya konservasi dan restorasi kawasan Krueng Tujoh.

Pertama, pelepasan sebanyak 1.000 ekor Lele Limbek Sungai untuk tahap pertama, dari target konservasi sebanyak 2.500 ekor yang akan dilakukan secara bertahap. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Meulaboh Aquafarm Feed sebagai bagian dari upaya pemulihan populasi ikan lokal.

Kedua, pembersihan Krueng Buloh sepanjang 3,8 kilometer yang merupakan salah satu kawasan hulu Krueng Tujoh. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan aliran sungai dan mendukung pemulihan lingkungan kawasan hulu.

Ketiga, rehabilitasi sebanyak 1.000 batang mangrove di sepanjang koridor DAS Krueng Tujoh sebagai upaya mendukung perlindungan lingkungan, menjaga habitat alami, serta memperkuat keseimbangan ekosistem perairan.

“Ketiga agenda ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga Krueng Tujoh secara menyeluruh. Kita tidak hanya berbicara tentang mengembalikan populasi ikan, tetapi juga bagaimana menjaga kebersihan sungai, melindungi kawasan hulu, dan merehabilitasi mangrove. Semua ini saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem,” jelasnya.

Ramli berharap seluruh rangkaian program tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan komitmen dan target yang telah disampaikan PT Mifa Bersaudara. Ia juga menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi secara berkala agar setiap kegiatan konservasi memberikan hasil yang terukur dan berkelanjutan.

Ketua Komisi I DPRK Aceh Barat, Ramli juga mengingatkan perusahaan tambang batu bara yang telah menyepakati penanganan Krueng Tujoh, Kecamatan Meureubo, agar segera merealisasikan komitmen yang telah disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 24 Agustus 2026.

Ramli menegaskan, kesepakatan yang telah dibangun bersama DPRK, perusahaan, dan masyarakat tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, persoalan Krueng Tujoh membutuhkan penanganan serius sehingga tidak cukup hanya dengan pernyataan kesediaan dalam forum RDP.

“Kami mengingatkan seluruh perusahaan agar tidak mengabaikan komitmen yang sudah disepakati. Persoalan Krueng Tujoh harus ditangani secara serius. Jangan sampai kesepakatan dalam RDP hanya menjadi dokumen tanpa realisasi di lapangan,” tegas Ramli

Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan Krueng Tujoh membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga habitat sungai dan memanfaatkan sumber daya perikanan secara bertanggung jawab juga menjadi hal yang sangat penting.

“Kami berharap komitmen ini terus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten. DPRK Aceh Barat tentu akan terus mengawal agar hasil kesepakatan RDP dapat ditindaklanjuti. Harapan kita, Krueng Tujoh tidak hanya menjadi perhatian hari ini, tetapi benar-benar terjaga kelestariannya untuk kepentingan masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Ramli.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *