Bupati Tarmizi Apresiasi Tingginya Antusiasme Warga Aceh Barat Berkurban, Dorong Program Tabungan Kurban ASN

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Menurutnya, tahun ini sejumlah gampong di Aceh Barat bahkan mengalami kelebihan daging kurban karena meningkatnya jumlah hewan yang disembelih.

Tarmizi menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat yang mulai menerapkan sistem kelompok kurban dengan tujuh orang peserta untuk satu ekor sapi. Melalui mekanisme tabungan atau cicilan rutin setiap bulan, masyarakat yang sebelumnya merasa berat untuk berkurban kini dapat mewujudkan niat tersebut.

“Alhamdulillah, tahun ini antusiasme masyarakat untuk berkurban sangat luar biasa. Banyak kelompok yang dibentuk beranggotakan tujuh orang untuk seekor sapi atau kerbau dengan sistem tabungan sekitar Rp250 ribu per bulan. Cara ini memudahkan masyarakat untuk ikut berkurban dan nama mereka tercatat sebagai peserta kurban,” tulis Tarmizi dalam media sosialnya, Sabtu (30/52026).

Ia menjelaskan, selama ini banyak warga yang bercita-cita memiliki hewan kurban sendiri, namun terkendala kemampuan ekonomi. Dengan pola gotong royong dan tabungan bersama, keinginan tersebut dapat diwujudkan tanpa memberatkan peserta.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berkurban setiap tahun, semakin besar pula manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas, baik dari sisi sosial maupun nilai keagamaan.

“Bayangkan jika seluruh masyarakat yang mampu berkurban setiap tahunnya. Akan ada ribuan hewan kurban yang disembelih di seluruh kabupaten dan kota. Ini menjadi keberkahan besar bagi daerah karena semangat berbagi dan syiar Islam semakin hidup,” katanya.

Tarmizi mengungkapkan, di beberapa wilayah bahkan jumlah hewan kurban yang tersedia jauh melebihi kebutuhan masyarakat setempat. Salah satu dusun, kata dia, mencatat jumlah hewan kurban mencapai 50 ekor, sementara kebutuhan distribusi daging untuk warga hanya sekitar 20 ekor.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran berkurban terus meningkat. Masyarakat mulai merasakan bahwa dengan sistem tabungan atau cicilan, berkurban menjadi lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tarmizi juga mendorong agar pola serupa diterapkan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan instansi vertikal. Menurutnya, selama ini banyak ASN yang berpartisipasi dalam bentuk sumbangan bersama untuk kegiatan kurban, namun belum terorganisasi dalam skema peserta kurban yang jelas.

Tarmizi juga menjelaskan bahwa seekor sapi atau kerbau dapat dijadikan kurban secara bersama oleh maksimal tujuh orang peserta, dengan masing-masing peserta berniat untuk berkurban karena Allah SWT.

“Perlu dipahami bahwa dalam syariat Islam, satu ekor sapi atau kerbau sah untuk tujuh orang yang sama-sama berniat kurban. Nama ketujuh orang tersebut dicatat sebagai peserta kurban sehingga mereka mendapatkan pahala ibadah kurban,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat puluhan hewan kurban yang berasal dari sumbangan kolektif. Karena itu, ke depan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana menginisiasi program Tabungan Kurban ASN agar lebih banyak pegawai dapat terlibat sebagai peserta kurban secara langsung.

“Kami ingin membantu ASN agar lebih mudah menunaikan ibadah kurban melalui tabungan rutin setiap bulan. Jika dikelola dengan baik, nominal yang relatif kecil setiap bulan akan sangat membantu mewujudkan kurban saat Iduladha tiba,” kata Tarmizi.

Menurut Tarmizi, ASN memiliki penghasilan tambahan berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dapat dimanfaatkan untuk menabung kurban setiap bulan tanpa mengganggu kebutuhan keluarga.

“ASN memiliki TPP yang diberikan pemerintah daerah. Dari TPP tersebut bisa disisihkan sekitar Rp200 ribu per bulan untuk tabungan kurban. Nanti dikelola oleh masing-masing kelompok seperti sistem arisan sehingga ketika Iduladha tiba mereka sudah memiliki dana yang cukup untuk berkurban,” katanya.

Ia menilai program tersebut bukan hanya membantu ASN menjalankan ibadah kurban, tetapi juga menjadi sarana pendidikan keuangan yang baik karena dilakukan melalui perencanaan dan tabungan jangka panjang.

Tarmizi optimistis apabila pola tabungan kurban diterapkan secara luas, baik di lingkungan masyarakat, ASN, maupun instansi vertikal, maka jumlah hewan kurban di Aceh Barat akan terus meningkat setiap tahunnya.

“Jika masyarakat yang mampu mulai membiasakan diri menabung untuk kurban, maka jumlah hewan kurban akan semakin banyak. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, hal ini juga menjadi syiar Islam dan membawa keberkahan bagi daerah,” tuturnya.

Bupati berharap semangat berkurban yang telah tumbuh di tengah masyarakat Aceh Barat dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya positif yang diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga semakin banyak umat Islam yang mampu dan terdorong untuk berkurban. Dengan niat yang ikhlas dan perencanaan yang baik, insya Allah ibadah kurban akan semakin mudah dilaksanakan dan membawa keberkahan bagi kita semua,baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *