Aceh Barat | Sudutpenanews.com – Puluhan ibu rumah tangga (IRT) mendatangi Kantor Bupati Aceh Barat sambil membawa tabung gas 3 kilogram pada Minggu (7/12/2025) siang. Mereka datang dengan harapan bisa memperoleh gas subsidi, setelah sebelumnya menerima informasi bahwa distribusi tabung gas melon dilakukan langsung di kantor bupati.
Namun, para ibu rumah tangga itu pulang tanpa hasil. Berdasarkan keterangan yang diperoleh media, kedatangan mereka dipicu oleh informasi yang tidak tepat terkait mekanisme pembagian gas.
Sumber menyebutkan, dua truk pengangkut gas elpiji 3 kilogram memang dilepas langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, namun bukan untuk pembagian di kantor bupati. Gas Elpiji tiga kilogram tersebut didistribusikan ke pangkalan resmi di wilayah Aceh Barat sesuai prosedur.
“Hari ini lima ratus tabung lebih akan didistribusikan dan kita lepas secara simbolis. Dan dapat kami informasikan juga sebagian tabung lainnya sedang dalam perjalanan menuju Meulaboh. Semoga distribusinya lancar dan tidak ada hambatan,” ujarnya.
Bupati Tarmizi juga menyebutkan bahwa Aceh Barat dalam kondisi terkendali. Dan apabila ada yang melakukan penimbunan pihaknya tidak segan-segan untuk menindak tegas.
“Apa bila ada yang berani menimbun elpiji disaat keadaan sulit seperti ini, kita tidak main main, akan kita tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,”tegas Bupati Tarmizi.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena telah menunggu lama, bahkan sebagian harus membawa tabung gas kosong dari jarak cukup jauh.
“Ambil satu tabung gas, 100 ribu saya bayar. Saya tidak ada gaji, kalian enak ada gaji,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya.
Meskipun beberapa warga terlihat kesal lantaran masih sulit mendapatkan gas 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir, akhirnya warga membubarkan diri usai kedua truk pengangkut gas Elpiji tersebut keluar dari kantor Bupati Aceh Barat .






