Sudutpenanews.com-Nagan Raya: Masyarakat Babah Suak, Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, saat ini menghadapi kesulitan besar dalam membawa hasil panen mereka pulang ke rumah. Kondisi ini terjadi setelah jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat terputus akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.
Jembatan gantung tersebut sebelumnya menjadi jalur vital bagi para petani untuk menyeberangkan hasil panen padi, sayur, pinang, kemiri, dan berbagai hasil tani lainnya. Namun kini, warga hanya mengandalkan sebuah penyeberangan yang terdiri dari dua kabel yang membentang untuk melintasi sungai.
Kondisi ini sangat berbahaya karena tali penyeberangan tersebut tidak stabil dan rawan kecelakaan. Beberapa warga bahkan telah jatuh saat mencoba menyeberang dengan menggunakan titiayon tersebut karena minimnya pengaman dan akses yang tidak memadai.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, apalagi di saat musim panen yang seharusnya menjadi momen penting untuk meningkatkan pendapatan mereka. Rustam, salah satu tokoh masyarakat setempat, menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah Nagan Raya agar segera mempercepat pembangunan kembali jembatan gantung yang baru.
“Banyak hasil panen kami seperti padi, sayur, pinang, dan kemiri yang sangat melimpah di daerah ini, tetapi kami kesulitan membawa hasil panen kami pulang. Kami berharap pemerintah segera bertindak agar akses jalan kembali normal dan aman,” ujarnya.
Warga berharap perhatian serius dari pemerintah, karena jembatan gantung tersebut bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian.
Pemerintah daerah Nagan Raya diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan gantung tersebut, sehingga masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas mereka dengan aman dan lancar.






