Terinspirasi MAN 1 Aceh Barat, Dua SMA di Woyla Raya Siap Buka Kelas Internasional dan Kedinasan

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Terobosan pendidikan yang dilakukan MAN 1 Aceh Barat dengan membuka Kelas Khusus Internasional dan Kelas Kedinasan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di pedalaman. Dua SMA di Kecamatan Woyla Raya, yakni SMAN Woyla Barat dan SMAN Woyla Induk, melakukan Studi Tiru Best Practice ke MAN 1 Aceh Barat, Rabu (23/9/2026).

Kehadiran dua kepala sekolah berprestasi global ini bukan kebetulan. Baik SMAN Woyla Barat maupun SMAN Woyla Induk baru saja mengharumkan nama Aceh di ajang Olimpiade Siswa Internasional di Terengganu, Malaysia. Langkah studi tiru ini menjadi strategi terukur untuk menyiapkan putra-putri terbaik Woyla menghadapi berbagai event di kancah internasional.

Kepala SMAN Woyla Barat, Nurhayani yang akrab disapa “Mak Woyla” bersama Kepala SMAN Woyla Induk, Ahmad Shadikin, menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang setara dengan sekolah-sekolah di kota besar.
“Kami dengan Pak Ahmad Shadikin berkolaborasi ingin membangun jejaring pendidikan di Woyla Raya agar sejajar secara kompetensi dengan sekolah yang berada di kota. Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak,” ujar Nurhayani.

“Kami datang ke sini ingin mengadopsi praktik-praktik baik yang dilakukan oleh MAN 1 Aceh Barat. Tidak perlu malu untuk melihat secara lebih dekat. Insya Allah, kami akan segera membuka dua kelas yang sama, Kelas Internasional dan Kelas Kedinasan di wilayah kami,” tambahnya dengan penuh semangat.
Sambutan hangat datang dari tuan rumah. Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan dua kepala sekolah yang telah Go Internasional tersebut.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Ibu Nurhayani dan Bapak Ahmad Shadikin. Kami siap berbagi pengalaman, berbagi tips khusus terkait rencana grand launching kelas tersebut demi anak bangsa. Kami sudah memantau, sumber daya siswa-siswi di Woyla itu luar biasa dan pasti akan didukung penuh oleh masyarakat, berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya yang sudah mendunia,” ungkap Faisal.

Komitmen kuat juga ditegaskan untuk tindak lanjut. Kepala SMAN Woyla Barat memastikan akan segera menggelar rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Woyla Raya.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat dengan pihak terkait. Target kami jelas, menyiapkan Generasi Emas Woyla Raya yang siap bersaing secara positif dalam percaturan global,” pungkas Mak Woyla.

Studi tiru ini menjadi bukti bahwa semangat untuk maju tidak mengenal batas geografis. Dari Woyla Raya, semangat pendidikan mendunia mulai digelorakan.

Sementara itu, Kacabdin Aceh Barat T. Kamarisal mengapresiasi pada kedua kepala sekolah yang telah menjalin kerja sama dan kemitraan dengan MAN 1 Aceh Barat dan diharapkan terus bekarya dan melahirkan inovasi berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kedepan kita mendorong lebih banyak lagi satuan-satuan pendidikan yg melakukan kolaborasi sekolah lain maupun lembaga-lembaga terkait lain demi mengangkat harkat dan martabat pendidikan di daerah kita inshaAllah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *