PUPR Percepat Proses Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana di Nagan Raya

Kadis PUPR Nagan Raya Cut Yunita Sofiati. Ist

Nagan Raya | Sudutpenanews.com : Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat memaparkan sejumlah kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dan sekitarnya.

Kadis PUPR Nagan Raya Cut Yunita Sofiati menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan awal di lapangan, terdapat beberapa jembatan dan ruas jalan strategis yang terdampak serius dan membutuhkan penanganan segera karena menyangkut akses utama masyarakat.

“Kerusakan infrastruktur ini cukup signifikan dan tersebar di beberapa titik, terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Beutong dan Sungai Lamie,” ujar Cut Yunita Sofiati, Kamis (25/12/2025).

Ia merinci, jembatan yang terdampak antara lain Jembatan Beutong Ateuh Banggalang di Sungai Beutong dengan bentang sekitar 90 meter, serta Jembatan Gantung Batee Neuasah di Sungai Beutong sepanjang 60 meter. Selain itu, terdapat pula Jembatan Alue Wakie dan infrastruktur penyeberangan lain yang saat ini dalam kondisi memerlukan penanganan teknis lanjutan.

Tidak hanya jembatan, sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah juga mengalami kerusakan cukup parah. Di antaranya ruas Jalan Simpang Peut Batas Nagan Raya–Aceh Tengah dengan kerusakan sepanjang kurang lebih 300 meter, ruas Jalan Meulaboh–Tapak Tuan sepanjang 1.000 meter, serta ruas Jalan Kuala Tuha–Lamie (Desa Ujong Krueng–Panton Pange) dengan kerusakan sekitar 100 meter.

“Kerusakan juga terjadi pada ruas Jalan Lingkar Ibu Kota Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sepanjang 6,562 kilometer, kemudian ruas Jalan Blang Puuk–Blang Meurandeh sepanjang 2,361 kilometer, dan ruas Jalan Blang Meurandeh–Batee Neuasah sepanjang 5,243 kilometer,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Cut Yunita, ruas Jalan Suak Palembang–Alue Waki di sepanjang Sungai Lamie dengan panjang sekitar 2 kilometer juga terdampak, serta Box Culvert Alue Siron di alur Alue Siron dengan bentang sekitar 3 meter yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.

Menurutnya, Dinas PUPR Nagan Raya telah melakukan pendataan awal dan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan daerah untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

“Kami fokus pada langkah penanganan darurat agar akses masyarakat bisa kembali terbuka, sembari menyiapkan kajian teknis untuk penanganan permanen,” pungkas Cut Yunita Sofiati.

Hingga saat ini, Dinas PUPR Nagan Raya terus melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur pascabencana.

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *