Sudutpenanews.com | Meulaboh – Ketua Komisi III DPRK Aceh Barat, Mustafa Gaseu, SH, meminta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Permintaan tersebut disampaikan Mustafa Gaseu sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, pemadaman listrik pada bulan Ramadhan dapat mengganggu berbagai aktivitas ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga persiapan sahur.
“Kami berharap PLN dapat menjaga kestabilan pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan. Jangan sampai ada pemadaman yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah,” ujar Mustafa Gaseu, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, kebutuhan listrik pada malam hari selama Ramadhan cenderung meningkat karena masyarakat memanfaatkan waktu untuk beribadah maupun kegiatan keagamaan lainnya di masjid dan meunasah.
Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi infrastruktur dan energi, Mustafa juga meminta PLN agar melakukan langkah antisipatif serta pemeliharaan jaringan sebelum Ramadhan, sehingga potensi gangguan teknis dapat diminimalisir.
“Jika memang ada perbaikan yang bersifat mendesak, hendaknya dapat diinformasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.
Mustafa berharap koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat demi memastikan pelayanan kelistrikan berjalan optimal selama bulan penuh berkah tersebut, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.







