Menjahit Harapan Bersih untuk Meulaboh, Komitmen Bupati Tarmizi Raih Adipura dari Gampong hingga TPA

Aceh Barat | Sudutpenanews.com : Meulaboh mulai bergerak dengan denyut baru pada Minggu pagi (16/11/2025), ketika Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM resmi melaunching pembentukan kepengurusan Bank Sampah Induk Kecamatan dan Bank Sampah Unit Gampong. Bukan sekedar seremoni, langkah ini menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah menjadikan kebersihan sebagai wajah baru Aceh Barat.

Suasana di Meulaboh Premium , tempat kegiatan dilangsungkan, terasa hangat oleh optimisme. Para kepala gampong, Satgas Gampong, komunitas lingkungan, hingga perwakilan perusahaan hadir dengan satu tujuan yang sama, membawa Meulaboh menuju kota yang lebih layak ditinggali, lebih ramah lingkungan, dan lebih membanggakan.

Bupati Tarmizi tidak menutup-nutupi target Adipura. Namun, ia menegaskan bahwa penghargaan hanyalah bonus dari sebuah kerja panjang. Yang terpenting adalah perubahan perilaku masyarakat dan terbangunnya budaya bersih.

“Kita ingin kota Meulaboh ini benar-benar bebas dari sampah. Ketika tamu datang, mereka melihat wajah Aceh Barat dari Meulaboh,” ujar Tarmizi. Kalimat ini tidak hanya menggambarkan arah kebijakan, tapi juga menggugah kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota adalah citra masyarakatnya.

Komitmen itu diterjemahkan melalui langkah konkret. Meulaboh kini dipenuhi tempat sampah terpilah, dari organik hingga anorganik, yang disebar di berbagai titik strategis. Bukan sekadar infrastruktur, tapi sebagai media edukasi untuk generasi muda.

“Kita ingin anak-anak tahu bahwa sampah itu bernilai. Ketika mereka sadar bahwa sampah bisa diolah, bisa memberi manfaat, maka mereka akan membuangnya di tempat yang benar,” kata Tarmizi.

Proses pembentukan Bank Sampah di tingkat gampong pun menjadi akselerator perubahan. Ketika sampah memiliki nilai ekonomi, masyarakat akan lebih peduli, lebih terlibat, dan lebih bertanggung jawab.

Ada satu sisi yang jarang disorot, TPA. Namun bagi Tarmizi, TPA adalah titik krusial. Ia tidak menutup mata bahwa hari ini, TPA menampung hingga 130 ton sampah per hari, angka yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

“TPA harus menjadi perhatian khusus,” tegasnya. Karena itu, pemerintah telah memastikan pengadaan alat-alat berat seperti eksavator, dan kini menambah buldozer khusus untuk pengelolaan sampah.

Langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah tidak boleh berhenti di hulu. Hilir pun harus kuat, modern, dan berfungsi maksimal.

Program besar tidak akan berjalan hanya dengan APBD. Tarmizi menyampaikan kenyataan itu tanpa tedeng aling-aling. Dengan porsi ideal 3 persen APBD untuk lingkungan yang hampir mencapai Rp 50 miliar, mustahil bagi Pemkab menanggung seluruh kebutuhan.

Karena itu, ia mengajak seluruh perusahaan di Aceh Barat untuk ikut serta melalui dana CSR.

“Ini amanah Presiden. Perusahaan harus hadir dalam penanganan sampah,” ujarnya.

Ajakan ini bukan sekadar permintaan bantuan finansial, tetapi penegasan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Pelatihan yang sudah dilakukan tiga kali, kemah Adipura bagi Satgas Gampong, pembentukan struktur bank sampah, penyiapan fasilitas TPA, hingga gerakan edukasi anak, semua adalah potongan mozaik dari visi besar seorang Bupati, menjaga martabat Aceh Barat melalui kebersihan.

Di tengah banyak tantangan, langkah-langkah itu menunjukkan kerja nyata. Perlahan tetapi pasti, Meulaboh sedang menjalani transformasi: dari kota yang sekadar bersih, menjadi kota yang menghargai sampah sebagai sumber daya dan menjadikan kebersihan sebagai budaya.

Bupati Tarmizi tidak hanya bicara soal Adipura, tapi tentang memastikan bahwa generasi mendatang tumbuh di kota yang lebih tertata, lebih sehat, dan lebih membanggakan.

Sebuah perjalanan panjang telah dimulai. Dan Meulaboh, pelan-pelan, sedang belajar menjadi rumah yang lebih baik bagi semua.

 

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *