Kacaukan Lalu Lintas dan Ganggu Sekolah, Warga Desak Izin SPBU Manekroo Dicabut

Aceh Barat | Sudutpenanews.com— Antrean bahan bakar minyak (BBM) kembali mengular panjang di SPBU Manekroo, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (9/12/2025) pagi. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang hingga hampir satu kilometer dan memadati badan jalan utama. Situasi ini menyebabkan kemacetan berat serta mengganggu aktivitas masyarakat, terutama proses pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di lintasan tersebut.

Para orang tua yang hendak mengantarkan anaknya ke MTsN 3 Aceh Barat mengaku terjebak berlama-lama di tengah antrean kendaraan roda empat dan ratusan sepeda motor yang berusaha mendapat BBM jenis Pertalite. Kondisi arus lalu lintas bahkan nyaris tidak bergerak karena dua lajur jalan terblokir oleh pengantri.

Selain kendaraan roda empat, terlihat ratusan pengguna sepeda motor ikut mengantre memenuhi ruas jalan, sehingga memperparah kemacetan. Banyak warga yang mempertanyakan mengapa antrean BBM jenis Pertalite terus berulang di SPBU yang sama dan tidak kunjung tertangani.

“Kita enggak tahu kenapa para pengguna roda dua ini harus mengantre dengan begitu panjang dan sesak sehingga mengganggu kami setiap pagi untuk bisa antar anak ke sekolah di MTsN 3 Aceh Barat. SPBU ini memang kerap menimbulkan masalah bagi para pengguna jalan. Kami harap instansi terkait segera cabut izin SPBU itu,” tegas Ayi, warga Kota Meulaboh, dengan nada kesal, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, keberadaan SPBU Manekroo justru menjadi sumber kemacetan kronis setiap kali terjadi antrean BBM. Ia menilai pihak pengelola maupun instansi terkait terkesan tidak mampu mengendalikan situasi sehingga masyarakat terus menjadi korban.

Ayi juga mendesak dinas terkait dan aparat penegak hukum agar melakukan penertiban secara tegas dan berkelanjutan, bukan hanya saat sorotan publik meningkat.

“Kalau melakukan penertiban, ya benar-benar ditertibkan. Jangan hanya datang sebentar, pasang badan untuk dokumentasi, setelah itu hilang. Kami butuh solusi nyata, bukan seremonial dan foto-foto untuk status WA,” ujarnya menambahkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU maupun pihak Pertamina terkait penyebab terjadinya antrean panjang secara berulang di lokasi tersebut. Warga berharap pemerintah daerah turun tangan secara serius untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak terus merugikan masyarakat yang beraktivitas di sekitar area SPBU.

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *