Krisis Solar Hantam Petani Kaway XVI, Pemerintah Dinilai Gagal Hadir untuk Rakyat

Sudutpenanews.com | Meulaboh – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang digunakan untuk mesin moto hank (traktor) dan kebutuhan pertanian lainnya dikeluhkan para petani di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Kondisi tersebut dinilai semakin memperburuk beban ekonomi masyarakat tani karena mereka terpaksa membeli solar non subsidi dengan harga mencapai Rp16-18 ribu per liter dari pengecer.

Ketua Forum Aliansi Masyarakat Kecamatan Kaway XVI Raya, Teuku Agam, menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pertanian tidak menunjukkan perhatian serius terhadap kesulitan yang dihadapi petani.

“Selama ini petani di Kaway XVI sangat kesulitan mendapatkan solar untuk kebutuhan pertanian. Anehnya, sampai sekarang tidak ada rekomendasi yang dikeluarkan dinas terkait agar petani bisa memperoleh BBM subsidi,” kata Teuku Agam, Jumat (9/5/2026).

Menurutnya, kelangkaan solar sangat berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat, khususnya penggunaan moto hank yang menjadi alat penting dalam mendukung pekerjaan para petani di lapangan.

Ia menyebutkan, akibat tidak adanya solusi dari pemerintah, para petani terpaksa membeli solar eceran dengan harga tinggi yang mencapai Rp16-18 ribu per liter. Harga tersebut dinilai sangat memberatkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

“Petani sekarang dipaksa membeli solar non subsidi dengan harga mahal dari pengecer. Ini sangat menyiksa rakyat kecil. Sementara pemerintah dan dinas terkait seperti tidak peduli dengan penderitaan petani,” ujarnya tegas.

Teuku Agam juga menyoroti lemahnya perhatian Dinas Pertanian Aceh Barat terhadap kebutuhan dasar para petani, terutama dalam menjamin ketersediaan BBM subsidi untuk sektor pertanian.

Ia menilai pemerintah daerah selama ini lebih banyak berbicara soal peningkatan produksi pertanian, namun di lapangan kebutuhan utama petani justru diabaikan.

“Bagaimana petani mau meningkatkan hasil pertanian kalau kebutuhan dasar seperti solar saja sulit didapat? Pemerintah Kabupaten Aceh Barat jangan tutup mata terhadap kondisi masyarakat di Kaway XVI,” katanya.

Forum Aliansi Masyarakat Kecamatan Kaway XVI Raya mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Dinas Pertanian segera mengambil langkah konkret dengan mengeluarkan rekomendasi resmi bagi petani agar dapat memperoleh solar subsidi sesuai kebutuhan pertanian.

Selain itu, mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi permainan yang merugikan masyarakat kecil, khususnya para petani di pedalaman Aceh Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *