Petani Muda Milenial Aceh Siap Dampingi Masyarakat, Minta APH Berantas Mafia Pertanian 

Sudutpenanews.com | Aceh : Petani Muda Milenial Aceh menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik mafia pertanian sekaligus hadir langsung membantu masyarakat yang menghadapi persoalan di sektor tersebut. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum (APH) bertindak tegas terhadap oknum yang diduga menyalahgunakan distribusi pupuk subsidi dan soal lainnya.

Ketua Petani Muda Milenial Aceh, M. Khaisar, mengatakan pihaknya membuka ruang pengaduan bagi petani dan masyarakat yang menemukan indikasi penyimpangan di lapangan. Setiap laporan, kata dia, akan segera diteruskan dan dikawal bersama aparat terkait.

“Kami siap membantu masyarakat jika ada persoalan mafia pertanian, baik penyalahgunaan pupuk subsidi maupun masalah lainnya. Jangan ragu melapor, laporan itu akan kami sampaikan dan akan ditindaklanjuti bersama Subdit Indak Polda Aceh,” tegas Khaisar.

Ia menilai, praktik penyimpangan dalam distribusi pupuk subsidi merupakan persoalan serius yang harus dihentikan. Selain melanggar aturan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kehadiran Petani Muda Milenial Aceh bukan sekedar melakukan pengawasan, tetapi juga menjadi jembatan solusi bagi masyarakat. Pendampingan terhadap petani, kata dia, menjadi bagian penting agar persoalan di lapangan tidak dibiarkan berlarut.

Petani Muda Milenial Aceh juga menyatakan siap bersinergi dengan Subdit Indak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh dalam menertibkan peredaran pupuk subsidi dan sarana pertanian lainnya agar tepat sasaran.

“Kami tidak hanya mengawasi, tapi juga turun membantu masyarakat. Jika ada oknum yang bermain, mari kita tindak bersama,” ujarnya.

Khaisar menambahkan, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengungkap praktik-praktik curang. Dengan kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan aparat penegak hukum, distribusi pupuk subsidi diharapkan berjalan transparan, adil, dan benar-benar berpihak kepada petani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *