Sudutpenanews.com | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan upaya perbaikan infrastruktur jalan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pekerjaan patching atau penambalan jalan pada ruas Batas Pidie–Meulaboh, tepatnya di titik depan Gapura Blang Beurandang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadli Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui.
“Pekerjaan patching ini kita lakukan sebagai respons terhadap kerusakan jalan yang mulai mengganggu kenyamanan pengendara, khususnya di kawasan depan Gapura Blang Beurandang. Ini merupakan jalur yang cukup padat dilalui masyarakat,” ujar Beni Hardi, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut berupa lubang dan permukaan aspal yang mulai terkelupas akibat faktor usia jalan serta tingginya intensitas kendaraan yang melintas, termasuk kendaraan bertonase berat.
Beni menjelaskan bahwa metode patching dipilih karena dinilai efektif untuk penanganan cepat pada titik-titik kerusakan lokal tanpa harus melakukan perbaikan menyeluruh. Dengan metode ini, bagian jalan yang rusak akan dibersihkan, dipotong, kemudian dilapisi kembali dengan material aspal baru agar permukaannya kembali rata.
“Patching ini sifatnya penanganan cepat agar kerusakan tidak semakin meluas. Kita berharap dengan perbaikan ini, pengguna jalan bisa lebih aman dan nyaman saat melintas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim teknis ke lapangan untuk memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, pengawasan juga dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi jalan pasca perbaikan.
Dalam pelaksanaannya, PUPR Aceh Barat turut memperhatikan aspek keselamatan kerja dan pengguna jalan. Petugas di lapangan dilengkapi dengan rambu-rambu sementara guna mengatur arus lalu lintas selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambah Beni.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kegiatan pemeliharaan jalan seperti ini akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lain yang mengalami kerusakan di wilayah Aceh Barat. Hal ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur, khususnya jalan yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
PUPR Aceh Barat juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kondisi jalan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak fasilitas umum, seperti membuang limbah ke badan jalan atau menggunakan kendaraan dengan muatan berlebih yang tidak sesuai ketentuan.
“Perawatan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dari masyarakat. Dengan menjaga jalan, kita turut menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Mereka menilai perbaikan ini sangat membantu mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan berkendara.
Pekerjaan patching di ruas Batas Pidie–Meulaboh ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang efektif sembari menunggu program peningkatan jalan secara menyeluruh di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR menegaskan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.







