Aceh Barat | Sudutpenanews.com – Sejumlah warga Aceh menyampaikan kekecewaan atas pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang sebelumnya memastikan aliran listrik di Provinsi Aceh akan kembali menyala pada Minggu (7/12/2025) malam.
Kepastian itu disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Ketika Prabowo menanyakan status pemulihan listrik, Bahlil menegaskan bahwa hampir seluruh wilayah Aceh akan kembali mendapat penerangan.
“Seluruh Aceh, 93 persen, malam ini Aceh semua nyala, Pak,” ujar Bahlil di hadapan Presiden.
Namun realita berbeda dialami warga Aceh Barat. Di sejumlah kawasan, PLN kembali melakukan pemadaman tepat menjelang waktu magrib. Di Kecamatan Johan Pahlawan, khususnya Desa Ujung Kalak, aliran listrik kembali padam sebelum malam tiba.
“Iya kami kecewa, katanya pak Bahlil hidup semua malam ini, tapi nyata sebelum magrib udah mati,” ungkap Desi, warga setempat, Minggu (7/12/2025).
Situasi serupa dialami warga Kecamatan Kaway XVI di Gampong Pasi Jambu. Ketika waktu magrib tiba, listrik kembali terputus.
“Lampu udah padam, udah punah,” ujar Asma.
Warga berharap PLN tidak lagi melakukan pemadaman berkepanjangan mengingat aktivitas pendidikan masih berlangsung.
“Kalau mati lampu, bagaimana anak-anak mau belajar, padahal mereka masih ujian dan harus belajar,” tutup Desi.






