Aceh | Sudutpenanews.com : BPSDM Aceh menyelenggarakan In-House-Training bertema “Optimalisasi Konten Digital dengan GEO (Generative Engine Optimization)” di Ruang Rapat Lt. 2. Kegiatan ini diikuti pegawai dari berbagai bidang di lingkungan BPSDM Aceh sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur menghadapi perubahan cara publik mencari informasi di era kecerdasan artifisial.
GEO diperkenalkan sebagai pendekatan baru dalam menyusun konten digital agar mudah dipahami, dikutip, dan dirujuk oleh AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini. Jika selama ini humas terbiasa berfokus pada SEO dan peringkat mesin pencari, maka GEO mengajak instansi pemerintah untuk memastikan bahwa jawaban chatbot AI mengambil sumber resmi yang akurat dan tepercaya.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta menekankan pentingnya beradaptasi dengan GEO untuk menjaga citra instansi di ruang digital. Menurutnya, ketika masyarakat mencari informasi melalui chatbot, yang pertama kali muncul bukan hanya nama lembaga, tetapi juga kualitas penjelasan yang jernih dan konsisten. Jika pesan tidak dikelola dengan baik, mesin yang akan menafsirkan sendiri wajah BPSDM Aceh di hadapan publik.
Fasilitator kegiatan, Andriansyah, S.IP., M.Sc., menyampaikan bahwa GEO dan AI berjalan beriringan serta akan menjadi kompetensi penting bagi aparatur di masa mendatang. AI generatif dapat membantu merangkum dokumen, menyusun draf pengumuman, hingga membuat outline bahan pelatihan, sementara manusia tetap memegang peran untuk mengkaji, menyunting, dan menyetujui setiap konten. Dengan cara ini, teknologi menjadi mitra kerja, bukan ancaman.
Paparan materi juga menunjukkan perubahan perilaku digital masyarakat. Riset terkini yang disajikan dalam pelatihan menggambarkan bahwa sebagian besar pekerja pengetahuan di Indonesia sudah menjajal AI generatif, dan makin banyak pengguna internet muda yang mencari informasi melalui chatbot. Kondisi ini menjadi alarm sekaligus peluang bagi lembaga pelatihan pemerintah untuk memperbarui cara berkomunikasi dengan publik.
Dalam konteks BPSDM Aceh, GEO dihubungkan langsung dengan strategi Digital Public Relations (PR). Fokus humas tidak lagi sekadar mengirim rilis kegiatan, tetapi menyusun narasi berbasis data dengan bahasa sederhana, FAQ yang jelas, serta informasi 5W1H layanan yang mudah dipahami warga dan mesin. Kolaborasi antar bidang ditekankan untuk memastikan keselarasan istilah program, keakuratan data, dan kebaruan konten di kanal resmi.
Melalui In-House-Training ini, BPSDM Aceh berharap lahir pegawai yang melek AI dan GEO, mampu menjaga makna dan kepercayaan di ruang digital. Langkah lanjutan akan diarahkan pada penyusunan panduan praktis penulisan konten ramah GEO, pembaruan halaman layanan, serta uji coba pertanyaan di chatbot AI untuk memastikan program-program BPSDM Aceh mudah ditemukan dan dipahami publik.







