Mobil Hauling Batu Bara Nekat Antre Solar, Pengawas SPBU Meureubo Akui Sudah Berkali-kali Menegur

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Antrean kendaraan pengangkut batu bara atau mobil hauling di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jembes Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, kembali menjadi sorotan. Pihak pengawas SPBU mengakui masih adanya mobil hauling yang ikut mengantre BBM solar meskipun telah berulang kali diberikan teguran dan larangan.

Berdasarkan pantauan media Sudutpenanews.com pada Selasa (19/5/2026), antrean kendaraan terlihat mengular hingga sekitar dua kilometer mencapai Jalan Letnan Mubin, Gampong Darat, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Panjangnya antrean kendaraan tersebut turut menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi SPBU.

Pengawas SPBU Jembes Meureubo 14.236.451, Marbawi, mengatakan antrean kendaraan kerap terjadi saat stok BBM solar belum tersedia di SPBU. Namun, sejumlah kendaraan tetap memadati area SPBU dan dinilai mengganggu keamanan serta kenyamanan.

“Mereka antre menunggu BBM solar sedangkan BBM belum tersedia. Kita sudah menghimbau kalau belum masuk minyak jangan antre dulu,” kata Marbawi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kendaraan yang langsung masuk dan memarkirkan diri di area SPBU menyebabkan kondisi tidak tertib dan berpotensi menimbulkan persoalan di lapangan.

“Biasanya langsung masuk mereka. Itu sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan SPBU kalau ada kejadian yang tidak diinginkan. Mereka memang main taruh-taruh saja mobil,” ujarnya.

Terkait keberadaan mobil hauling batu bara yang ikut antre BBM solar, Marbawi mengaku pihak SPBU telah berulang kali menyampaikan larangan, baik secara lisan maupun melalui pemasangan spanduk imbauan.

“Itu sudah kami sampaikan juga melalui lisan, spanduk juga sudah kami pasang terkait pengisian BBM untuk mobil hauling dan batu bara. Sudah pernah kami tegur saat itu bersama tim dari Polres,” katanya.

Namun demikian, menurut Marbawi, teguran tersebut tidak sepenuhnya diindahkan oleh para sopir kendaraan hauling. Bahkan, kata dia, sebagian pengemudi beralasan memiliki hak yang sama sebagai masyarakat pengguna BBM.

“Pada saat itu diindahkan apa yang kami sampaikan, tetapi setelah itu mereka menjawab mereka juga masyarakat, mereka bilang juga bayar pajak,” ucapnya.

Saat ditanya apakah masih ada mobil hauling batu bara yang ikut antre di SPBU, Marbawi membenarkannya.

“Benar ada, ada satu dua,” katanya.

Ia menegaskan pihak SPBU tidak melayani pengisian BBM untuk kendaraan hauling batu bara. Menurutnya, kendaraan hauling dapat dikenali dari adanya lampu rotari yang terpasang pada kendaraan.

“Mobil hauling batu bara memiliki rotari (lampu rotari),” jelasnya.

Marbawi juga menyebutkan pihaknya telah lebih dahulu menginstruksikan operator pengisian BBM agar tidak melayani kendaraan hauling batu bara.

“Sudah kami informasikan duluan,” ujarnya.

Bahkan, jika ditemukan operator SPBU yang tetap melayani pengisian BBM terhadap kendaraan hauling batu bara, pihak pengawas akan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan untuk ditindak tegas.

“Itu nantinya akan kami naikkan laporan ke pimpinan. Biasanya dari pimpinan dikasih peringatan. Kalau tidak diindahkan operator tersebut akan dikeluarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Marbawi mengungkapkan situasi antrean BBM solar di SPBU sempat memanas hingga terjadi kontak fisik antar warga yang ikut mengantre. Dalam kondisi tertentu, pihak SPBU bahkan terpaksa mematikan mesin pompa untuk mengendalikan situasi.

“Kami sempat mematikan mesin pompa disaat situasi tidak terkendali karena adanya kontak fisik antara masyarakat yang ikut mengantre BBM solar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *