Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Hingga Selasa (19/5/2026) sore, tim rescue gabungan masih belum berhasil menemukan remaja yang dilaporkan tenggelam di kawasan pantai Suak Ribee, Kabupaten Aceh Barat. Pencarian korban kini telah memasuki lebih dari 26 jam sejak pertama kali dilaporkan hilang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T. Ronal Nehdiansyah mengatakan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama akibat kondisi gelombang laut yang cukup besar dan arus bawah laut yang kuat.
“Lazimnya dalam 1×24 jam, korban kemungkinan masih berada di dasar laut dan belum mengapung. Namun, operasi dalam air sangat sulit dilakukan karena gelombang cukup besar dan arus bawah laut juga kuat,” kata T. Ronal Nehdiansyah, Selasa sore dalam keterangan tertulis, (19/5/2026).
Ia menjelaskan, sejak pagi hingga sore hari, tim gabungan telah menerapkan tiga metode pencarian untuk memaksimalkan proses evakuasi korban.
Metode pertama dilakukan melalui jalur laut dengan mengerahkan dua unit rubber boat untuk menyisir area perairan. Selanjutnya, tim juga melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir pantai yang melibatkan sekitar 30 personel gabungan.
Selain itu, pencarian turut dibantu menggunakan drone untuk melakukan visualisasi udara guna memantau kemungkinan keberadaan korban dari atas.
“Dari pagi sampai sore ini kita sudah upayakan tiga metode operasi, yaitu lewat laut menggunakan dua rubber boat, penyisiran darat di pesisir pantai yang melibatkan 30 petugas, serta visualisasi udara menggunakan drone,” ujarnya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, hingga hari kedua pencarian tim belum memperoleh hasil positif.
“Qadarullah, di hari kedua ini kami belum mendapatkan hasil yang positif,” ungkapnya.
Namun demikian, operasi pencarian dipastikan tetap berlanjut pada malam hari dengan fokus penyisiran di kawasan pesisir pantai. Operasi malam ini juga mendapat dukungan tambahan berupa peralatan lighting set dari anggota Perbakin guna membantu penerangan petugas di lapangan.
“Alhamdulillah kegiatan operasi malam ini akan didukung oleh peralatan lighting set milik anggota Perbakin, sehingga visualisasi malam para petugas akan lebih maksimal dan efektif,” jelasnya.
BPBD Aceh Barat memastikan seluruh tim gabungan akan terus melakukan upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Insyaallah kita terus berikhtiar sampai korban ditemukan, baru operasi dihentikan,” pungkas T. Ronal Nehdiansyah.






