Sudutpenanews.com | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan dengan melaksanakan pekerjaan patching atau penambalan pada ruas jalan SP Kisran–Sawang Teube. Kegiatan tersebut mencakup 189 titik kerusakan dengan total luas penanganan mencapai 2.497,68 meter persegi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadli Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin guna menjaga kondisi jalan tetap fungsional dan aman dilalui masyarakat.
“Ruas SP Kisran–Sawang Teube merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Karena itu, ketika terdapat kerusakan di sejumlah titik, kita segera lakukan penanganan melalui patching,” ujar Beni Hardi, Selasa (27/4/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan yang ditangani didominasi oleh lubang dan permukaan jalan yang mengalami retak serta aus akibat faktor usia dan tingginya intensitas kendaraan yang melintas. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan tersebut berpotensi meluas dan membahayakan pengguna jalan.
“Total ada 189 titik yang kita tangani dengan luas keseluruhan hampir 2.500 meter persegi. Ini merupakan upaya cepat agar kerusakan tidak semakin parah,” jelasnya.
Menurut Beni, metode patching dipilih karena efektif untuk penanganan kerusakan lokal tanpa harus melakukan rekonstruksi jalan secara menyeluruh. Proses pengerjaan dimulai dari pembersihan area yang rusak, pemotongan bagian yang mengalami kerusakan, kemudian dilakukan pelapisan ulang menggunakan campuran aspal sebelum dipadatkan.
Pihaknya memastikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis agar hasil perbaikan memiliki daya tahan yang baik. Tim teknis juga diturunkan langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas. Pengawasan terus dilakukan agar hasil patching ini dapat bertahan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, PUPR Aceh Barat juga memperhatikan aspek keselamatan dengan memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas serta meminimalisir risiko kecelakaan selama proses perbaikan berlangsung.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Lebih lanjut, Beni menyampaikan bahwa kegiatan pemeliharaan jalan seperti ini akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai ruas jalan lain di wilayah Aceh Barat yang mengalami kerusakan.
“Pemeliharaan jalan menjadi prioritas kami karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Kami akan terus melakukan penanganan di titik-titik lain sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kondisi jalan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat mempercepat kerusakan, seperti penggunaan kendaraan dengan muatan berlebih.
“Kesadaran bersama sangat dibutuhkan dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan aman,” katanya.
Dengan dilaksanakannya patching di ruas jalan SP Kisran–Sawang Teube ini, diharapkan kondisi jalan kembali membaik dan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.







