Aceh | Sudutpenanews.com : Pemerintah Aceh menggelar acara penganugerahan penghargaan bagi atlet dan pelatih peraih medali PON XXI Aceh-Sumut dan Peparnas XVII 2024 di Anjong Mon Mata, Jumat Malam, 14 November 2025. Acara tersebut menjadi momentum apresiasi atas pencapaian luar biasa Kontingen Aceh pada ajang olahraga nasional tahun lalu.
Pada PON XXI 2024, Aceh mencatat sejarah baru dengan meraih total 192 medali. Perolehan tersebut terdiri dari 65 medali emas, 48 medali perak, dan 79 medali perunggu. Keberhasilan ini menempatkan Aceh pada posisi keenam klasemen akhir, pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan di PON.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar prestasi tersebut dapat terus dipertahankan.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dicapai pada PON Aceh ini dapat dipertahankan pada PON 2028 di NTB-NTT nanti,” ujar Mualem saat membuka acara penganugerahan.
Total bonus yang dibagikan mencapai Rp72,9 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp69,6 miliar dialokasikan untuk atlet dan pelatih PON XXI, sementara Rp3,3 miliar diberikan kepada atlet dan pelatih Peparnas XVII. Pemerintah Aceh berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi pada ajang nasional berikutnya.
Namun, di tengah sukacita tersebut, sejumlah pelatih menyampaikan catatan kritis terkait proses pencairan bonus. Pelatih cabang olahraga Barongsai, Acong, mengaku bersyukur bonus akhirnya cair, tetapi tetap menyimpan kekecewaan.
“Kami bersyukur bonus PON ini cair, tetapi kekecewaan tetap ada. Pertama berbicara tidak sesuai ekspektasi, yang kedua terkait pajak yang ditanggung pelatih dan atlet,” katanya.







