Nagan Raya | Sudutpenanews.com — Setelah kabar kondisi Beutong Ateuh Banggalang ramai diberitakan oleh Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA), Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, akhirnya turun langsung meninjau lokasi banjir bandang di Nagan Raya. Jum’at (5/12/2025). Kedatangan Mualem turut didampingi Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), yang selama ini juga terus memantau perkembangan penanganan bencana di wilayah tersebut.
Wilayah Beutong Ateuh Banggalang menjadi salah satu titik yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang yang melanda sebagian besar kawasan pantai barat Aceh. Ribuan warga terdampak masih membutuhkan bantuan, sementara akses menuju sejumlah desa sempat terputus akibat material lumpur dan kerusakan jembatan.
“Allhamdulillah terimakasih dan apresiasi kepada Gubernur Mualem yang sudah meninjau langsung bagaimana kondisi terkini diwilayah Beutong Ateuh Banggalang, semoga Mualem bisa membangun infrastruktur yang rusak di Beutong Ateuh Banggalang Nagan Raya termasuk rumah warga.”ucap Teuku Laksamana Jowa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/12/2025)
Sebelumnya, LANA mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah konkret guna membantu warga di Aceh Barat dan Nagan Raya. Ketua LANA, Teuku, menegaskan bahwa keluhan terus berdatangan dari para korban yang mengaku belum mendapatkan penanganan maksimal, baik dari sisi logistik maupun dukungan darurat lainnya.
“Masih banyak warga mengeluh karena suplai makanan dan kebutuhan dasar belum mencukupi. Bantuan tanggap bencana dari pemerintah daerah dinilai belum merata,” ujarnya.Minggu (30/11/2025).
Di lapangan, Mualem bersama Bupati TRK terlihat berdialog dengan warga, meninjau pos darurat, serta mengecek kondisi infrastruktur yang rusak. TRK menegaskan bahwa pemerintah kabupaten sejak awal sudah menurunkan tim untuk membuka akses jalan, mendistribusikan bantuan, dan melakukan asesmen kebutuhan.
Gubernur yang akrab disapa Mualem itu meminta Bupati Nagan Raya untuk mempersiapkan seluruh data dan berjanji akan segera melakukan upaya maksimal bagi wilayah yang menyimpan seribu sejarah tersebut.
“Tolong catat berapa rumah, berapa jembatan, dan berapa kilometer jalan yang terdampak, supaya bisa segera kita perbaiki,” ujar Mualem, yang disambut Bupati dan warga dengan penuh haru.
Kunjungan ini memberi harapan baru bagi warga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana. Di tengah duka dan kesulitan, mereka berharap koordinasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan tokoh masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan sehingga bantuan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.







