Aceh Barat | Sudutpenanews.com — Sejumlah proyek pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani yang dikelola Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat tercatat menggunakan metode pengadaan langsung. Informasi tersebut diperoleh dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Barat, pada Minggu (19/10/2025).
Berdasarkan data yang dimuat, terdapat sedikitnya lima paket pekerjaan konstruksi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Seluruh paket memiliki nilai pagu antara Rp125 juta hingga Rp175 juta per kegiatan, dengan jenis kontrak harga satuan.
Adapun proyek yang tercantum dalam data LPSE Aceh Barat tersebut mencakup sejumlah kegiatan pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani di beberapa wilayah. Kegiatan itu meliputi pembangunan jalan usaha tani di Gampong Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, peningkatan jalan usaha tani di Gampong Cot Rambong, Kecamatan Woyla Barat, peningkatan jalan usaha tani di Gampong Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, pembangunan jalan usaha tani di Gampong Babah Meulaboh, Kecamatan Kaway XVI serta pembangunan jalan usaha tani di Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat.
Secara keseluruhan, total nilai anggaran untuk kelima proyek tersebut mencapai Rp762,2 juta, yang seluruhnya bersumber dari APBD Aceh Barat Tahun 2025 dan dilaksanakan dengan metode pengadaan langsung.
Namun, menarik untuk dicermati bahwa semua proyek jalan usaha tani tersebut menggunakan mekanisme pengadaan langsung, sebuah pola yang kerap menuai perhatian publik terkait transparansi dan efektivitas pelaksanaan di lapangan.







