Bupati Tarmizi: Aceh Barat Harus Evaluasi dan Berbenah untuk MTQ XXXVIII Abdya

Pidie Jaya | Sudutpenanews.com – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menghadiri acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (8/11/2025).

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, @tarmiziatjeh, Bupati menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh peserta dan panitia asal Aceh Barat yang telah berjuang dalam ajang tersebut.

“Selamat kepada seluruh peserta yang mendapatkan penghargaan juara. Terima kasih banyak atas kesungguhan peserta mempersiapkan diri, juga kerja keras semua panitia dan tim yang terlibat. Walaupun Aceh Barat belum masuk 10 besar, tidak apa-apa, tetap semangat. Mari kita persiapkan diri untuk MTQ selanjutnya di Abdya. Insya Allah bisa masuk 10 besar,” tulis Bupati Tarmizi, Sabtu (8/11/2025).

Bupati menegaskan bahwa tidak perlu ada pihak yang saling menyalahkan atas hasil yang diperoleh, sebab seluruh proses persiapan telah dilakukan dengan maksimal sejak tahun 2024.

“Semua sudah berusaha dengan sangat baik. Kita jadikan pelajaran untuk ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembinaan kafilah Aceh Barat, baik oleh Dinas Syariat Islam, LPTQ, maupun seluruh panitia.

“Dinas terkait, LPTQ, dan semua panitia harus berbenah mulai dari proses seleksi secara terbuka dan profesional hingga pembinaan yang baik dengan melibatkan pihak-pihak yang kompeten,” tambahnya.

Terkait lokasi penyelenggaraan MTQ selanjutnya yang akan digelar di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa Aceh Barat belum memungkinkan menjadi tuan rumah karena keterbatasan lokasi acara.

“Mengapa tidak di Aceh Barat? Karena syarat tempat menjadi persoalan serius. Aceh Barat tidak memiliki area yang luas dan strategis seperti Pidie Jaya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, meski Pidie Jaya memiliki area luas, tetap muncul sorotan masyarakat terkait tata letak arena yang dianggap bercampur antara laki-laki dan perempuan di area luar arena.

“Padahal itu hanya di jalan umum, seperti halnya di pasar. Tidak mungkin dibuat jalan khusus untuk laki-laki atau perempuan. Apalagi di Aceh Barat, tempatnya lebih sempit, tentu akan menjadi sorotan lebih besar,” tulisnya menutup unggahan tersebut

banner 728x250

Pos terkait

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *