SITRAB AI Aceh Barat Ikuti GovTechAthon 2026, Usung Inovasi Tata Ruang untuk Investasi

“Dengan semangat SITRAB, Ruang Jelas, Investasi Pasti, inovasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi pelayanan publik sekaligus membuka akses informasi tata ruang yang lebih mudah bagi masyarakat dan dunia usaha.” Jelas Kurdi.

Sudutpenanews.com | Jakarta – Sistem Informasi Tata Ruang Aceh Barat (SITRAB AI) yang dikembangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat resmi diikutsertakan dalam kompetisi GovTechAthon 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Inovasi digital tersebut mengusung tema “Smart Economy, Pemanfaatan Informasi Tata Ruang untuk Investasi”. SITRAB AI dirancang sebagai solusi digital untuk memudahkan masyarakat dan calon investor memperoleh informasi tata ruang secara cepat, transparan, serta berbasis data spasial.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Kurdi, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim, mengatakan bahwa keikutsertaan SITRAB AI dalam kompetisi GovTechAthon 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong inovasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan tata ruang diharapkan dapat memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang lebih terbuka dan memiliki kepastian.

Dalam kompetisi tersebut, SITRAB AI dipimpin oleh Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H. selaku ketua tim. Ia bersama Fadly Octora, S.T., Dinar Dwiriansyah, S.T., M.Eng., Chandra Petra Arisandi, S.T., M.T., dan Afrida Handayani Z, S.T. membawa inovasi tata ruang Aceh Barat ke ajang kompetisi tersebut.

SITRAB AI dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi WebGIS dan aplikasi berbasis Android yang didukung otomasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Platform satu pintu yang dikembangkan melalui Dinas PUPR Aceh Barat ini dirancang untuk mengintegrasikan informasi tata ruang dalam satu sistem pelayanan digital.

Melalui platform tersebut, masyarakat maupun pelaku usaha dapat memanfaatkan sejumlah fitur, di antaranya pemetaan poligon lahan, verifikasi kesesuaian zonasi, serta pengajuan Keterangan Rencana Kota (KRK) secara digital.

Kehadiran sistem ini diharapkan dapat memangkas hambatan birokrasi, meningkatkan transparansi pelayanan, serta membantu masyarakat dan investor mengetahui kesesuaian pemanfaatan lahan sebelum merealisasikan rencana pembangunan atau kegiatan usaha.

Dalam tahapan GovTechAthon 2026, karya inovasi yang telah didaftarkan akan melalui sejumlah proses seleksi, mulai dari pengumuman seleksi awal, lokakarya, penetapan finalis, hingga presentasi inovasi dalam Local Pitch.

Selanjutnya, para finalis akan mengikuti pendampingan melalui Final Coaching, pengumpulan presentasi akhir, serta Panel Review sebelum memasuki Awarding Day atau penganugerahan bagi para pemenang.

Produk digital yang terpilih sebagai pemenang nantinya akan memasuki tahap pengembangan dan diserahkan untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Keikutsertaan SITRAB AI melalui Tim RekadayaTech Kabupaten Aceh Barat menjadi salah satu langkah memperkenalkan inovasi pelayanan tata ruang daerah dalam kompetisi GovTechAthon 2026.

“Dengan semangat SITRAB, Ruang Jelas, Investasi Pasti, inovasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi pelayanan publik sekaligus membuka akses informasi tata ruang yang lebih mudah bagi masyarakat dan dunia usaha.” tutup Kurdi.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *