Kisah Najma, Putri Jurnalis Antara Foto Aceh Barat Raih Juara III MTQ ke-38 Aceh Barat

“Kadang-kadang kalau di rumah, saya yang memantau bacaannya, kadang-kadang ibunya. Kalau bersama ibunya, Najma dibimbing dan diperbaiki makhraj bacaan, irama, serta detail kelancaran lainnya,” ungkap Syifa Yulinas, yang sehari-hari berprofesi sebagai Jurnalis Foto Pewarta Antara.

Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Perhelatan Akbar tingkat Kabupaten Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 Kabupaten Aceh Barat di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh telah usai pada 19 Oktober 2026 lalu.

Ditengah sesi foto para juara berdiri seorang putri yang berwajah oval putih lesung pipit tipis dengan tahi lalat kecil di dagu kanan menambah senyum sumringah makin menawan dengan genggam piala juara III yang erat.

Ia adalah Najma Hafizdhah, usianya baru beranjak 7 tahun besar, putri dari buah hati tercinta Syifa Yulinas dan Nur Rahmah ini berhasil membawa pulang juara III pada Cabang Tilawatil Qu’ran Cabang Kanak Kanak Putri.

Prestasi Najma patut di apresiasi setinggi bintang di langit. Berkat ketekunan setiap hari dan di dukung dengan DNA sang ibu dan juga kakek dan buyut merupakan bintang Alquran, tampil perdana mengikuti seleksi di tingkat Kecamatan beberapa waktu lalu meraih juara II.

Panggung perdana Najma di tingkat kabupaten, menjadi catatan panitia sebagai peserta termuda di kategorinya. Dengan percaya diri saat dipanggil untuk maju ke panggung untuk melantunkan ayat suci Alqura pada Jumat, (20/10/2026) di Pelataran Masjid Agung Baitul Makmur ia berjalan dengan langkah anggun.

Tanpa grogi dan takut Najma melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan fasih nan berirama khas dengan suara lengking, membuat para dewan hakim dan pengunjung larut dalam irama yang merdu.

Perjalanan Najma menuju pentas kabupaten terbilang lancar meski ada sedikit riak. Siswi kelas II Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Meulaboh ini awalnya mewakili Kecamatan Johan Pahlawan usai meraih Juara II pada gelaran MTQ tingkat kecamatan di Desa Suak Raya bulan lalu di sebab sang juara satu ternyata sudah lewat umur satu hari usai panitia mengumpulkan data profil untuk di ajukan ke kabupaten.

“Awalnya bukan Najma yang mewakili di tingkat kabupaten. Namun, karena peraih Juara I di tingkat kecamatan usianya sudah melewati batas maksimal usia dini, maka ditunjuklah Najma untuk menggantikan,” ujar Syifa Yulinas.

Kepercayaan itu tidak disia-siakan Najma, berkat sokongan semangat dari keluarga besar ia membuktikan bahwa prestasi mampu diraih dengan kesungguhan dan keyakinan.

Pepatah lama “buah jatuh sepohon pohonnya” rasanya sangat tepat menggambarkan sosok Najma. Kepiawaiannya mengolah vokal dan makhraj huruf Al-Qur’an mengalir dari darah sang ibu.

Ibunda Najma, Nur Rahma, merupakan seorang Qariah yang kerap bertanding hingga tingkat provinsi dan berulang kali merengkuh juara. Tak hanya sang ibu, kakek Najma pun merupakan sosok pembimbing Al-Qur’an di desanya.

Benih cinta terhadap Al-Qur’an sudah ditanamkan orang tuanya sejak Najma masih berusia 3 tahun. Pada usia 4 tahun, Najma bahkan sudah mulai lancar membaca kitab suci tersebut.

“Kadang-kadang kalau di rumah, saya yang memantau bacaannya, kadang-kadang ibunya. Kalau bersama ibunya, Najma dibimbing dan diperbaiki makhraj bacaan, irama, serta detail kelancaran lainnya,” ungkap Syifa Yulinas, yang sehari-hari berprofesi sebagai Jurnalis Foto Pewarta Antara.

Dukungan keluarga besar menjadi pilar utama. Ketika bertandang ke rumah sang kakek di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, sang kakek turut mengambil peran membimbing dan mengasah bacaannya.

Keberhasilan Najma tidak datang secara instan, melainkan hasil dari ketelatenan dan kehangatan pola asuh keluarga. Dukungan penuh dari ayah, ibu, hingga kakek dan neneknya telah membantunya tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan berprestasi.

Najma yang lahir pada 17 Februari 2019 lalu saat kovid 19 menerpa Aceh dengan protokol kesehatan yang ketat, telah menorehkan tinta emas di panggung MTQ Aceh Barat. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa bimbingan agama sejak dini yang dibalut kasih sayang keluarga mampu melahirkan generasi Qur’ani yang membanggakan.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *