Sudutpenanews.com | Aceh Barat – Sebanyak 84.025 ton paket ikan segar disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Barat melalui program Pemenuhan Protein untuk Generasi Emas Aceh.Senin (6/10/2026).
Program tersebut merupakan aspirasi yang diperjuangkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh (PA) Daerah Pemilihan (Dapil) 10, H. Hendri Muliana. Setiap titik penyaluran yang disalurkan oleh DKP Aceh tersebut mendapatkan 3.361 Kilo/paket ikan segar, dengan distribusi dilakukan melalui sejumlah puskesmas di Kabupaten Aceh Barat.
Berdasarkan data kegiatan, bantuan tersebut disalurkan melalui 25 titik dengan total 84.025 paket atau sekitar 84,02 ton ikan segar. Penyaluran mencakup 12 kecamatan di Aceh Barat, yakni Bubon, Samatiga, Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, Meureubo, Kaway XVI, Pante Ceureumen, Panton Reu, Woyla, Woyla Barat, Woyla Timur dan Sungai Mas.
Camat Bubon Amril Nuthihar mengapresiasi bantuan tersebut. Ia menilai pemberian ikan segar menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan gizi masyarakat, terutama balita, orang tua rentan, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.Ia berharap bantuan serupa dapat terus diberikan kepada masyarakat Bubon pada masa mendatang.
Amril juga menyebut pihaknya telah memantau sejumlah bantuan lain yang selama ini diterima masyarakat dan berasal dari program Hendri Muliana. “Alhamdulillah, ada beberapa bantuan lain yang kami monitor berasal dari Bapak Hendri Muliana dan selama ini sudah baik,” katanya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kepala Puskesmas Bubon, Saripah Nur, menilai bantuan ikan segar tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein, terutama bagi ibu hamil dan balita. “Bantuan protein ini sangat membantu kami dalam mendukung program pencegahan stunting. Masyarakat sangat terbantu, terutama ibu hamil dan balita,” ujar Saripah.
Menurutnya, ikan segar merupakan sumber protein yang memiliki manfaat langsung bagi keluarga penerima karena dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. “Ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan bantuan seperti ini dapat terus berlanjut karena pemenuhan protein sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak,” katanya.
Respons positif juga datang dari masyarakat penerima. Warga Bubon, Syarifah, Cut Rosdiana dari Suak Pangkat dan Elina dari Gunong Panah turut merasakan manfaat bantuan ikan segar tersebut.
Cut Rosdiana mengaku bersyukur menerima bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarganya. “Alhamdulillah, kami dapat ikan segar. Ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami,” ujarnya.
Sementara Elina berharap program pemenuhan protein tersebut dapat terus dilaksanakan. “Semoga program seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Di Kecamatan Samatiga, Kepala Puskesmas Samatiga Yevi Rahmawati, S.Tr.Kep, bersama Kader Posyandu Rouza Diana Novita dari Gampong Cot menjadi bagian dari pelayanan penyaluran bantuan kepada masyarakat atas bantuan tersebut.
Bantuan serupa juga disalurkan di Kecamatan Arongan Lambalek. Penyaluran melibatkan Puskesmas Drien Rampak Arongan bersama kader posyandu setempat. Kepala Puskesmas Drien Rampak Arongan, dr. Mutia Dermawan, M.Kes, dan Kader Posyandu Drien Rampak, Syarifah Yatul Nufus, turut mendukung proses penyaluran tersebut.
Dari wilayah barat hingga pedalaman Aceh Barat, bantuan juga menyasar Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat.
Kepala Puskesmas Tangkeh Edi Mayanto, S.Tr.Kep, turut terlibat dalam penyaluran tersebut. Sementara di Kecamatan Woyla Barat, ikan segar disalurkan melalui titik Pasi Mali, dengan Kader Posyandu Rosmiana dari Gampong Blang Cot Mameh ikut mendampingi pelayanan kepada masyarakat.
Untuk Kecamatan Woyla, pelayanan penyaluran turut melibatkan Rini Asnidar, S.KM, selaku Promkes dan Koordinator Program Puskesmas Woyla Induk, bersama Ida Ariani sebagai Kader Posyandu Woyla Induk serta Nasri sebagai masyarakat penerima di wilayah tersebut.
Sementara di Kecamatan Sungai Mas, bantuan menyentuh masyarakat Desa Kajeung. Penyaluran melibatkan Nino Ayunda sebagai masyarakat, Cut Faulia, A.Md, selaku Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Kajeung, serta Maulidar, A.Md.Gz, dari perwakilan Posyandu Kecamatan Sungai Mas.
Di Kecamatan Meureubo, penyaluran ikan segar dilakukan melalui Puskesmas Meureubo. Bantuan tersebut merupakan aspirasi yang diperjuangkan H. Hendri Muliana untuk mendukung pemenuhan protein masyarakat.
KTU Puskesmas Meureubo Siti Zahara, S.Tr.Keb, bersama kader posyandu Nurmala, Elisarlian dan Ainal Mardiah, turut menjadi bagian dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah Meureubo.
Kecamatan Johan Pahlawan juga menjadi salah satu wilayah yang menerima bantuan melalui beberapa titik. Di Puskesmas Suak Ribe, penyaluran melibatkan kader posyandu dari sejumlah desa, yakni Zelly Farizah dari Ujong Kalak, Surianti dari Kampung Pasir dan Darmina dari Kuta Padang.
Ahli Gizi Puskesmas Suak Ribe, Indah Sari, S.Km, turut mendampingi pelaksanaan penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Pada titik Puskesmas Johan Pahlawan, bantuan juga diterima masyarakat melalui pendampingan kader posyandu. Hamidah dari Drien Rampak, Iriyani dari Lapang dan Nida Meria dari Desa Rundeng ikut terlibat dalam proses tersebut.
Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Johan Pahlawan, Rosa Elvida, SST, turut mendukung penyaluran bantuan sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, khususnya kelompok sasaran pelayanan kesehatan.
Dengan pola distribusi sebanyak 3.361 paket pada setiap titik, lokasi yang berada dalam kecamatan yang sama tetap dihitung berdasarkan jumlah titik penyaluran. Dengan demikian, beberapa titik di Kecamatan Johan Pahlawan maupun kecamatan lainnya menjadi bagian dari keseluruhan distribusi 25 titik.
H. Hendri Muliana mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen memperjuangkan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi.
Menurut Hendri, pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pangan saat ini, tetapi merupakan investasi untuk membangun kualitas sumber daya manusia Aceh di masa mendatang.
“Ini investasi untuk masa depan. Gizi yang baik hari ini adalah bekal untuk melahirkan generasi emas Aceh 2045 yang sehat dan cerdas,” ujar Hendri.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan pencegahan masalah gizi.
Penyaluran puluhan ton ikan segar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsumsi protein masyarakat Aceh Barat. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari sekaligus mendukung terwujudnya generasi Aceh yang sehat dan berkualitas.






