Aceh Barat | Sudutpenanews.com : Sejumlah pemilik warung nasi di Kabupaten Aceh Barat mengeluhkan kelangkaan gas elpiji yang terjadi dalam tiga hari terakhir. Selain sulit didapat, harga gas berbagai ukuran juga melonjak tajam sehingga mengganggu aktivitas usaha dan kebutuhan dapur.
Yundri Ekmaldi, salah satu pedagang, menyebutkan bahwa kondisi gas di pasaran kini nyaris tidak tersedia baik tabung subsidi maupun non-subsidi. “Mulai tiga hari ini belum ada dapat gas. Walaupun yang non-subsidi, walaupun yang subsidi. Dari tabung kecil sampai tabung besar pun langka sekarang,” ujarnya, Rabu (4/12).
Ia menjelaskan, harga gas tabung kecil sebelumnya berkisar Rp20.000–Rp25.000 bahkan sempat menembus Rp35.000. Namun saat ini, meskipun harga tinggi, stok justru tidak tersedia. “Sekarang belum dapat. Dari tanggal 25 sampai sekarang pakai tabung sedang, yang Rp5,5 harganya Rp120.000,” ungkapnya.
Selain gas, Yundri juga menyoroti ketidakstabilan harga sembako yang turut memperberat beban pelaku usaha kuliner. “Cabai bisa melonjak lebih dari Rp100 ribu, besoknya bisa turun sampai Rp35 ribu. Kestabilan ekonomi kurang kalau dipajak,” tegasnya. Ia berharap pemerintah segera menormalisasi pasokan gas, BBM, dan sembako agar usaha masyarakat tetap berjalan.
Keluhan serupa disampaikan pemilik warung nasi lainnya, Nurmiati Caniago. Ia menilai persoalan gas jauh lebih mendesak dibanding persoalan listrik yang kerap padam. “Lebih baik gas putus daripada lampu mati, itu aja kuncinya kalau bagi bunda,” ujarnya.
Nurmiati menyebut, harga gas ukuran 12 kilogram kini mencapai Rp350.000, sementara gas 3 kilogram dijual hingga Rp75.000 saat stok tersedia. “Kalau ada gas, biasanya kami dapat Rp25.000 per tabungnya,” kata dia.
Ia berharap pemerintah segera menurunkan kembali harga gas pada standar normal agar pelaku usaha kecil bisa bertahan. “Semoga cepat diturunkan harga standar kembali, supaya ekonomi kami bisa pulih,” pintanya.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di daerah setempat hingga saat ini masih mencukupi.
”Berdasarkan laporan resmi dari Pertamina, seluruh kebutuhan energi masyarakat Aceh Barat berada dalam kondisi aman dan mencukupi,” ujar Bupati Tarmizi.







