Sudutpenanews.com | Meulaboh : Hingga pertengahan Maret 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat belum menampilkan satu pun paket pengadaan dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) penyedia. Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait progres perencanaan kegiatan di instansi tersebut.
Berdasarkan data terakhir yang diperbarui pada 18 Maret 2026 pukul 01.47 WIB, laman RUP penyedia menunjukkan hasil “tidak ditemukan data yang sesuai” atau nihil paket pengadaan. Artinya, tidak ada informasi terkait nama paket, pagu anggaran, metode pemilihan, maupun waktu pelaksanaan yang dapat diakses publik.
Minimnya data tersebut dinilai dapat berdampak pada keterlambatan pelaksanaan program, khususnya di sektor pendidikan dan kebudayaan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Sejumlah pihak menilai, belum adanya paket pengadaan yang ditampilkan mengindikasikan dugaan belum optimalnya perencanaan di internal dinas. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan dapat menghambat kinerja pemerintah daerah dalam merealisasikan program kerja yang telah dirancang.
Hal ini juga berpotensi mempengaruhi dukungan terhadap program pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi–Saed Fadhei, yang tengah mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, media sudutpenanews.com akan menunggu keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat terkait belum ditampilkannya paket pengadaan tersebut.







